KIsahku......

Sabtu, 28 September 2019

TERPIKAT AVENTREE: BBQ RESTO & HOMESTAY




Ada hal menarik dalam setiap drama Korea, yaitu menyelipkan budaya hingga makanan khas yang berkaitan dengan Korea Selatan. Dua hal ini yang bikin saya  terpana ketika menonton drakor (drama Korea). Beragam kuliner dari negeri Ginseng ini terlihat lezat dan menarik. Melihatnya saja pasti kita sudah meneteskan air liur untuk mencobanya.    

Bahkan aneka jajanan Korea Selatan dan juga minumannya makin banyak bermunculan di Indonesia. Beragam jenis restoran dan kafe dengan menu ala Korea banyak diserbu oleh mereka pecinta Kdrama dan Kpop. Duh gusti, membayangkannya saja kok malah semakin ingin mencoba masakan ala Korea. Kayaknya sedap-sedap gimana gitu ya? Karena saya selalu bertanya-tanya dalam hati, apakah lidah ndeso ini cocok dengan masakan ala Korea?



Ndilalah. beberapa waktu lalu saya bersama beberapa teman-teman blogger Malang  diundang oleh mas Ario Panjiasmoro, Owner Aventree BBQ Resto & Homestay untuk ngobrol santai sambil icip-icip masakan ala Korea yang terletak di jalan Soekarno Hatta, Malang. Alhamdulillah, rejeki nggak kemana ya. Setelah hanya bisa membayangkan saja melalui foto dan video karena ada rasa kekhawatiran pada kehalalannya.

Lah kok?

DIJAMIN HALAL

Iya, beberapa teman yang suka kulineran selalu bertanya-tanya tentang kehalalan resto ala Korea. Namun kekhawatiran itu tak berlaku untuk Aventree BBQ Resto & Homestay, resto yang mengusung konsep BBQ and Grill pertama di Malang yang didirikan sejak lima tahun lalu. Menurut Ario, Makanan di resto ini dijamin halal. Produk yang digunakan juga sudah berlabel halal MUI.Ario mengaku bahwa Ia dan timnya selalu menjaga agar rasa yang disajikan mirip dengan aslinya, Korea.





Memiliki kapasitas 120 tempat duduk, Aventree BBQ Resto & Homestay terbagi menjadi dua area. Yaitu area smoking dibagian teras dan nonsmoking di dalam resto. Ini penting banget buat saya terutama. Hehe Karena kalau jalan sambil kulineran sudah pasti membawa buntut, alias dua bocah cilik nan manis itu. Tentu kondisi area resto dicari yang bebas asap rokok. Demi tehindar dari asap yang maunya melambai-lambai mesra mendekati kami yang akirnya bisa menjadi sumber penyakit.



Tak hanya soal makanan halal, ada juga Aventree Homestay yang mengusung konsep syariah dalam hal penerimaan tamu untuk menginap. Bagi pasangan yang akan menginap di diharapkan dapat menunjukan kartu identitas bahwa mereka pasangan halal. Mohon maaf untuk pasangan non halal, tidak diperkenankan untuk menginap. Bagi family traveller, konsep ini tentu lebih membuat aman dan nyaman.

KEKUATAN MAGIS UNTUK KELUARGA

Pertama kali melangkahkan kaki menuju meja resepsionis, pandangan saya berkeliling. Membaca plang nama Aventree, membuat saya tergelitik untuk mengetahui filosofi makna yang ada dibaliknya. Nggak ragu untuk bertanya langsung pada Ario sang pemilik. Aventree memiliki filosofi Pohon yang memiliki kekuatan magis untuk menarik orang agar berkunjung dan tertarik dengan apa yang disajikan.Dengan konsep recycle pada penggunaan ornamen dan perabotan dari kayu makin membuat Aventree menyatu dengan filosofi yang diusung. Teduh dan tenang.



Ada salah satu selasar dibagian sisi kiri yang cukup nyaman jika kita masuk pintu masuk Resto. Terdapat deretan kursi dan meja, dengan alat pemanggang yang sudah tersedia di meja masing-masing. Dibagian sisi jalan setapak terdapat tanaman pembatas dan kolam ikan. Cocok untuk family time, bagi yang ingin memiliki waktu makan sambil ngobrol berkualitas sekeluarga di akhir pekan. Saya contohnya, sambil menikmati membaca buku (walau hanya selembar) hehehe.




Bagi kita, emak-emak yang suka kongkow-kongkow sambil arisan atau ngobrol santai soal anak, dan lain-lain, bisa juga menikmati bakar-bakaranala Korea di Aventree BBQ Resto & Homestay. Nggak bisa manggang? Tenang akan ada waitress yang membantu menjelaskan cara memanggang.  

MENU PENGGUGAH SELERA

Sebenarnya saya bukan penyuka masakan ala Jepang atau Korea. Namun pertama kali mencoba kimbap, nasi yang digulung dengan rumput laut berisi olahan daging sapi dan sayuran, yang disajikan Aventree BBQ Resto & Homestay, ternyata lahap. UwuwwIni lapar atau karena rasanya enak? Jelas enak dan ternyata masuk sama lidah ndeso saya!




Ditambah sajian Combo Ultimate yang sukses memenuhi meja kami, berisi premium beef (galbi sal dan deungsimsal), daging sapi dan ayam yang sudah di marinate, woosamgyup, seafood, nasi, enoki, selada, dan kimchi. Membuat kami asyik mengolahnya diatas pemanggang sambil bercengkrama.

Kenyang? Sudah pasti, karena menu lainnya juga tersaji apik dan menggugah selera. Ada Jajangmun (mie korea yang disajikan dengan saus kacang hitam dan daging sapi), Jjamppong (Mie dan seafood ala rempah korea), Odeng (fishcake sup ala korea), Shabu-shabu menu, dan varian menu lainnya. Salah satu minuman yang menjadi favorit yaitu, es Yuzu Tea. Teh yang berasal dari jeruk lemon dan terdapat potongan pasta mini terbuat dari kulit jeruk dengan cita rasa khas Korea. Nikmat dan menyegarkan.



FASILITAS YANG TERSEDIA

Bagi penikmat kota Malang yang berasal dari luar kota, belum lengkap rasanya jika belum mengunjungi Aventree BBQ Resto & Homestay. Homestay ini memiliki 10 kamar dengan dua tipe, dua kamar tipe standar dan 8 kamar tipe deluxe. Kisaran harga yang ditawarkan antara Rp 275.000,- sampai Rp 300.000,- Sedangkan untk harga makanan di resto antara Rp 10.000,-  hingga Rp 40.000,-unuk menu personal dan Rp 30.000,- hingga Rp 200.000,- untuk paket komplit berempat.   



Kamar di area Homestay memiliki balkon. Terdengar suara gemericik air kolam ikan makin membuat suasana terasa homey. Tersedia fasilitas : free wifi, resto di dua area, kamar mandi dalam untuk semua kamar, gratis 2 air mineral setiap hari, keamanan 24 jam. Namun tidak tersedia extrabed. Untuk reservasi bisa dilakukan melalui beberapa situs penyedia jasa penginapan.   


  
APA YANG KAMU LAKUKAN AKAN KEMBALI PADAMU

Sebagai lulusan Manajemen Perhotelan, Swiss German Unversity, Ario sudah malang melintang didunia perhotelan. Ia pernah bekerja di salah satu hoteL bertaraf Internasional di Abu Dhabi. Juga pernah menimba ilmu ke Korea untuk mempelajari dan mengembangkan bisnisnya.



Diusia muda, Ario membangun bisnisnya dengan harapan dapat berkontribusi pada peningkatan pariwisata di Malang. Selalu berinovasi dan fokus pada satu hal. Itulah yang dipegang oleh Ario. Sehingga bisnisnya ini makin berkembang. Tujuannya agar wisatawan juga memiliki pilihan tempat menginap jika tak ingin melulu dengan suasana hotel, maka Avetree adalah salah satunya.  




Apa yang disukai oleh Ario, yaitu hal-hal seputar Korea. Maka dia bersunggh-sungguh dalam melakukan kerjanya. Terbukti, bisnisnya makin berkembang dan kini sudah merencanakan untuk membuka bisnis baru lainnya.  

Belum ke Malang kalau belum mampir ke Aventree BBQ Resto & Homestay.

Aventree BBQ Resto & Homestay
Alamat : Jl. Soekarno Hatta Blok B Nomor 4A, Kota Malang
Instagram : @aventreeid
Jadwal Buka :
Resto Weekdays (12.00-22.00), Weekend (12.00-23.00)
Homestay 24 jam









   

Kamis, 12 September 2019

KEMPING MINIM SAMPAH, BISA?



Akhir pekan bisa menjadi lebih bermanfaat dan memorable ketika kita mampu memilih kegiatan apa yang tepat bagi seluruh anggora keluarga. Kegiatan yang dilakukan tak perlu mahal karena banyak alternatif liburan bersama keluarga yang relatif murah. Salah satunya berkemah atau kemping minim sampah.

Seperti yang pertama kali kami lakukan beberapa minggu lalu yaitu mengikuti kegiatan Family Eco Camp di Pinus Jungle Camp, Prigen-Pasuruan. Acara ini berkolaborasi dengan 5 komunitas, yaitu: Sahabat Alam Cilik, Komunitas Hebat, Akademi Minim Sampah, Rumbel Playdate dan Rumbel Zero Waste IP Surabaya. Kemping minim sampah dilakukan dengan tujuan mengangkat nilai “Return to Nature - Return to Culture”.


Kenapa? Karena perlu adanya perubahan paradigma. Bukan lagi kumpulkan atau bawa pulang sampahnya. Tetapi TIDAK menghasilkan sampah sejak awal, karena tidak ada tempat bagi sampah di alam.

Tema tersebut diangkat melihat makin banyaknya sisa konsumsi yang tertinggal begitu saja saat kita melakukan kegiatan kemah, mendaki gunung, tamasya ke taman hiburan atau sejenisnya. Tentu hal ini sangat memprihatinkan bagi lingkungan dan bumi jika kita tidak melakukan pencegahan sejak dari lingkungan keluarga.  




Menurut survey KLKH (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Komunitas Sapu Gunung pada April 2016,_Terdapat 453 ton sampah yang dihasilkan oleh 150.688 orang pendaki per gunung setiap tahunnya. Atau sama de gan sekitar tiga kilogram sampah per pengunjung. Sebanyak 53 persen atau setara dengan 250 ton sampah merupakan sampah plastik yang sulit terurai dan secara permanen berpotensi mencemari ekosistem_.

Namun demikian masih banyak orang yang beranggapan bahwa kegiatan kemping minim sampah bersama keluarga di alam bebas terkesan ribet, repot, kurang nyaman, bawaan jadi terlalu banyak serta sangat menyusahkan terutama terkait dengan urusan sanitasi seperti buang air besar/kecil dan mandi. 

Awalnya kami sempat berpikir demikian. Namun karena bertekad untuk melakukan hal baik dimulai dari kegiatan kecil, maka tantangan ini menjadi semakin seru dan menarik untuk dijalani. 



Tantangan dari minim sampah ini adalah dalam persiapannya. Oleh karena itu perlu ada yang namanya komitmen untuk saling bekerjasama dan edukasi sejak awal hingga setelah selesai kegiatan. 

Adapun kesepakatan Family Eco Camp ini yaitu barang-barang yang harus dihindari dan barang yang sebaiknya digunakan.

Yang harus dihindari:
1. Hindari penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah
2. Bukan lagi buang sampah ditempatnya, melainkan tidak menghasilkan sampah sejak semula.
Misalnya tidak menggunakan: tissue, rokok, sedotan plastik, plastik kresek, pembalut sekali pakai, gelas/botol plastik, minuman kaleng/botolan, snack dalam kemasan plastik, membungkus nasis menggunakan kertas nasi/sterofoam, dll.

Yang sebaiknya digunakan:
1. Gunakan selalu barang yang bisa dipakai ulang dan dapat terurai di alam
Misalnya gunakan: Kotak bekal dan alat makan pakai ulang, reusable menspad, lap/serbet, buah-buahan dan sayuran segar, botol minum, gunakan bahan alami untuk mencuci peralatan makan (gambas, lerak), dll.

Nah, bgaimana dengan sampah yang ada? Tentu saat ini tidak mungkin jika tak menghasilkan sampah sama sekali bukan? Contohnya pospak (bagi anak yang masih menggunakan). Untuk beberapa sampah yang masih ada (organik, pospak, dll) maka disediakan lubang untuk sampah organik dan lubang untuk sampah isi kapas/popok/pembalut.  




Bagaimana jika ternyata masih ada sedikit sampah? Maka masing-masing keluarga bisa menggunakan kardus dan bawa pulang sampah tersebut.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan saat kemping minim sampah yaitu bahan/bekal makanan, lakukan hal dibawah ini:
1. Beli sayur, buah dan bekal makanan tanpa plastik (hindari juga frozen food)
2. Kemas dalam wadah pakai ulang
3. Bawa peralatan makan pakai ulang
4. Siapkan lap/serbet
Untuk camilan:
1. Beli kiloan dalam wadah/toples sendiri
2. Tidak membawa snack dalam saset/kemasan plastik sekali pakai maupun sterofoam.




Butuh perencanaan yang tepat terhadap kebutuhan bahan makanan untuk sekeluarga. Pilah dan pilih bahan makanan yang awet dan tidak mudah busuk. Pengalaman kami membawa jambu air ternyata dalam kondisi kepanasan menyebabkan jambu air tersebut membusuk. Alhasil harus dibuang ke lubang sampah organik.

Secara keseluruhan, kegiatan kemping minim sampah ini banyak sekali membawa manfaat bagi keluarga. Tercipta waktu yang berkualitas. Anak dan orangtua bisa berkegiatan bersama baik di dalam tenda maupun luar tenda. Moment tersebut tentunya menjadi quality time yang sangat berharga.