Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Kisahku......

Pernah nggak sih kita sebagai perempuan berharap diberikan seikat bunga oleh orang terkasih?
Lalu di waktu-waktu tertentu kita ingin sekali mendapat surprise kiriman bingkisan menarik dari orang tersayang?

Saya salah satu perempuan yang pernah pernah memimpikan hal tersebut. Mengharap sang kekasih memberikan bunga atau bingkisan spesial lainnya di hari-hari tertentu.

Kenyataannya?Selama 1,5 tahun sebelum akhirnya kami menikah, tak satu ikat bungapun diberikan olehnya pada saya. Duh… rasanya antara ngenes atau memang bukan gayanya untuk bersikap romantis seperti layaknya di film-film roman picisan.

Pupus sudah mimpi dikasih bunga pada saat itu. Padahal sebagai perempuan tentunya akan sangat bahagia jika diberikan hadiah berupa seikat bunga. Intinya sih ingin juga seperti pasangan lainnya yang suka diberikan seikat bunga atau hand bouquet dari orang terkasihnya.

Hadiah Untuk Mengungkapkan Perasaan

Bingkisan hadiah atau seikat bunga diketahui sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan rasa sa…

Menyiapkan Lingkungan

Gambar
Yeayyyy kali ini berkaitan dengan melatih kemandirian. Kami sekeluarga punya rencana ceklist kemandirian apa saja yang akan di asah sebulan kedepan. Tapi cerita kali ini akan fokus pada adik Kay yang berusia 18bulan. Kenapa adik Kay? Tantangan banget buat bunda karena adik Kay sedang dalam masa "melempar dan membuang apa yang ada di tangannya serta berekspresi cemberut" Dan yang jelas, pada tahap usia 1-3thn ini anak-anak berlatih mengontrol dirinya sendiri. Maka sudah saatnya bunda melatih adik Kay untuk bisa setahap demi setahap menyelesaikan urusan untuk dirinya sendiri. Rencananya ada sekitar 5 kemandirian yang akan dilatih. Diantaranya : meletakkan barang yang sudah digunakan untuk main pada tempatnya (membereskan), makan/minum sendiri (tanpa tumpah/berceceran), melepas celana, toilet training, berkata (terimakasih, meminta maaf dan Tolong), menunjukkan kepekaan terhadap emosi orangtua atau kakaknya. Nah, seminggu ini akan fokus pada point meletakkan barang yang sudah digu…

"Every Mother Has Their Own Battle"

Gambar
Komunikasi Produktif Day#15 "Every mother has their own battle" terkadang orang tidak paham apa yang ada di balik layar kehidupan ibu lainnya. Menghadapi tingkah laku anak-anak 24jam/hari & 7hari/minggu. Belum lagi melihat kesibukan pasangan akan pekerjaannya 24jam/hari & 7hari/minggu. Lelah. Letih. Emosi. Bagaimana seorang wanita, terutama ibu harus berjuang melawan semua rasa dalam hatinya, pikirannya bahkan sikapnya. Tak mudah, namun patut diperjuangkan untuk menjadi lebih baik lagi dan lagi. Seorang ibu butuh berada dalam suatu lingkungan tertentu (komunitas tertentu) untuk saling support dan bersikap positif -- diluar lingkungan keluarga tentunya. Selama dua minggu ini, saya pribadi berjuang melawan ego, melawan sikap arogan, melawan emosi dalam sikap dan tindakan. I am truly do it. Bukan karena tantangan dalam komunitas, tapi setahun belakangan perubahan drastis pada diri saya (perubahan kearah kurang baik). Saya tahu dan sadar. Sekuat tenaga mau berubah, sekuat it…

Pelukan Malam

Gambar
Komunikasi Produktif Day#14 Siang hingga malam ini, sikap kk Kal menjadi tak beraturan. Beberapa kali marah-marah hanya karena hal sepele. Yang saya lihat memang mencari perhatian. Tapi sejak awal bertekad untuk melakukan komunikasi produktif dengannya, maka saya pun harus selalu bisa berpikir dan bertindak dengan "tenang" karena sayalah orang dewasanya. Maka bukan saya yang akan ketarik oleh energi kk Kal, melainkan saya harus menarik energi kk Kal menjadi positif. Sampai puncaknya malam ini, kk Kal berteriak sekali, dua kali lalu meloncat di kasur dengan rasa kesal dan ngoceh-ngoceh. Saya tahu, dia sedang mencari perhatian lebih. Padahal sejak tadi pun saya menanggapi dengan nada suara rendah, tanpa melengking marah-marah atau dengan mimik wajah menyeramkan. Menguji kesabaran sekaliiiii ya kaannn. Akhirnya, setelah diam beberapa detik dengan hanya melihat kk Kal meloncat-loncat kasur, saya bicara pada ayah duok, untuk mengajak adik Kay pergi keluar (main diteras rumah). Sehing…

Morphun Jadi "Hits"

Gambar
Komunikasi Produktif Day#13 Kk Kal termasuk anak yang memiliki keinginan kuat. Kami berharap keinginan kuat tersebut disalurkan untuk hal-hal positif. Salah satunya kegigihannya dalam membuat mainan jenis konstruksi. Bisa berjam-jam asik sendiri utak-atik plus bongkar pasang mainan tersebut. Kalau belum jadi, gak akan mau udahan bermain. Yang belakangan sedang dicoba yaitu morphun. Bentuknya lebih besar dari laq, dan ternyata pertama kali mencoba "pegang" morphun, kk Kal langsung "tune in". Tahu bagaimana cara memasang dan melepas setiap bagian, paham membaca instruksi cara membuat suatu bentuk dan memainkannya. Bagi bunda ini adalah pencapaian luar biasa untuk anak usia 4,5tahun. Disisi lain, saat kk Kal sedang fokus mengerjakan proyeknya, ada adik Kay yang turut berperan. Tak jarang terjadi perebutan, mainan menjadi lebih tersebar ke beberapa wilayah, bahkan terkadang akan berakhir rengekan atau tangisan. Untuk mainan morphun yang sedang hits di keluarga kami, duoK mu…

Sepatu dan Permintaan Maaf

Gambar
Komunikasi Produktif Day#12 Belakangan, terasa sekali anak-anak sedang menguji mental dan kesabaran saya sebagai seorang ibu. Terlebih kk Kal. Pagi ini Kal bangun lalu meminta minum susu. Ok, setiap pagi bunda memang sudah buatkan susu milo hangat untuk kk Kal. Seperti yang sudah-sudah, kegiatan pagi selalu runut, mulai dari bangun tidur, minum susu, main atau bercengkrama dengan adik Kay, mandi, pakai seragam sekolah, sarapan (makan snack), main sebentar, memakai jilbab, kaus kaki, sepatu, lalu jaket dan siap untuk berangkat ke sekolah bersama ayah. Namun pagi ini, entah ada apa dengan kk Kal. Mulai dari lama memakai baju (baju cuma dimainkan saja, tidak segera dipakai) sampai bunda bilang, "Kakak ayo segera pakai baju sekolahnya, malu kalau habis mandi gak langsung pakai baju." dan dijawab, "iya bunda." oleh kk Kal. Tapi yaaa ternyata iya itu tidak langsung dikerjakan, butuh sekian menit untuk mengingatkan kembali (3x bunda mengingatkan) baru benar-benar dilakukan. Me…

PR Itu Bernama Moody

Gambar
Komunikasi Produktif Day#11 Bekerjasama. Kata ini seringkali bunda lontarkan pada kk Kal. Terlebih saat brifing kk Kal untuk ikut pergi bersama bunda. Seperti yang kami lakukan hari ini, kk Kal menemani bunda di acara playdatebersama kunang-kunang kuning. Di lokasi acara, sambil bunda menyiapkan segala macam perlengkapan, kk Kal terbilang kooperatif. "Bunda, aku bantuin ya. " Kata kk Kal "Iya, boleh." "Kak, nanti bunsa mau mendongeng, kk nanti boleh duduk dekat bunda. Tapi bukan dipangkuan bunda ya," pinta bunda Sampai menjelang acara mulai, kk Kal masih bisa diajak bekerjasama. Namun, tiba-tiba saat mulai pemanasan dan semua teman-teman berkumpul di halaman untuk melakukam gerak dan lagu, kk Kal berubah mood. Sesungguhnya, kejadian seperti ini memang beberapa kali sering terjadi, perubahan mood. Hal tersebut bikin kk Kal, merengek minta ditemani atau didekat bunda, sama sekali tidak mau ikut instruksi, wajah tertekuk, plus akan bilang "gak bisa bun". P…