Kisahku......

Pernah nggak sih kita sebagai perempuan berharap diberikan seikat bunga oleh orang terkasih?
Lalu di waktu-waktu tertentu kita ingin sekali mendapat surprise kiriman bingkisan menarik dari orang tersayang?

Saya salah satu perempuan yang pernah pernah memimpikan hal tersebut. Mengharap sang kekasih memberikan bunga atau bingkisan spesial lainnya di hari-hari tertentu.

Kenyataannya?Selama 1,5 tahun sebelum akhirnya kami menikah, tak satu ikat bungapun diberikan olehnya pada saya. Duh… rasanya antara ngenes atau memang bukan gayanya untuk bersikap romantis seperti layaknya di film-film roman picisan.

Pupus sudah mimpi dikasih bunga pada saat itu. Padahal sebagai perempuan tentunya akan sangat bahagia jika diberikan hadiah berupa seikat bunga. Intinya sih ingin juga seperti pasangan lainnya yang suka diberikan seikat bunga atau hand bouquet dari orang terkasihnya.

Hadiah Untuk Mengungkapkan Perasaan

Bingkisan hadiah atau seikat bunga diketahui sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan rasa sa…

Pelukan Malam

Komunikasi Produktif
Day#14
Siang hingga malam ini, sikap kk Kal menjadi tak beraturan. Beberapa kali marah-marah hanya karena hal sepele. Yang saya lihat memang mencari perhatian. Tapi sejak awal bertekad untuk melakukan komunikasi produktif dengannya, maka saya pun harus selalu bisa berpikir dan bertindak dengan "tenang" karena sayalah orang dewasanya. Maka bukan saya yang akan ketarik oleh energi kk Kal, melainkan saya harus menarik energi kk Kal menjadi positif.
Sampai puncaknya malam ini, kk Kal berteriak sekali, dua kali lalu meloncat di kasur dengan rasa kesal dan ngoceh-ngoceh. Saya tahu, dia sedang mencari perhatian lebih. Padahal sejak tadi pun saya menanggapi dengan nada suara rendah, tanpa melengking marah-marah atau dengan mimik wajah menyeramkan. Menguji kesabaran sekaliiiii ya kaannn.
Akhirnya, setelah diam beberapa detik dengan hanya melihat kk Kal meloncat-loncat kasur, saya bicara pada ayah duok, untuk mengajak adik Kay pergi keluar (main diteras rumah). Sehingga saya punya kesempatan berdua kk Kal untuk bicara lebih baik lagi.
Saya tawarkan untuk memangku dan memeluk kk Kal, yang awalnya menolak akhirnya kk Kal mau juga. Sambil bertanya, "Kakak kenapa?"
"Habisnya bunda sama ayah.. Bla...bla..bla...." ujarnya meluapkan emosi sambil tetap saya peluk.
"Oh... Ok. Kk Kal tahu kan kalau bunda, ayah dan adik itu sayang kk Kal?"
"Iya. Tapi adik.... Bla...bla...bla....."
Saya diam sejenak, sampai kk Kal menyelesaikan apa yang ingin dia ucapkan, sambil tetap saya peluk.
"Kalau begitu, daripada kk kesal, kita coba menggambar yuk. Kk Kal ceritakan ke bunda melalui gambar. Apa aja si yang tadi dilakukan disekolah saat diruang montessori?"
"Iya. Mau bun. Tolong ambilkan bukunya ya?" pinta kk Kal.
Setelah itu kk Kal asik bercerita sambil menggambar di bukunya.
#hari14 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif#kuliahbunsayiip #bundakbelajar #motherhoodjourney

Postingan populer dari blog ini

KEMPING MINIM SAMPAH, BISA?

LAMOUR: BRING YOUR BEAUTY OUT

Gerilya Patjar Boekoe Cilik ke Patjar Merah