KIsahku......

Sabtu, 18 Agustus 2018

Ke Mana Perginya Sampah Kita?


"Pak, ini ada sepatu anak-anak sudah kesempitan. Siapa tahu bisa dimanfaatkan bagi yang membutuhkan." ujar saya pada bapak "pengumpul sampah" di lingkungan tempat tinggal kami. 

"Mau bu. Kasih saya aja." ujarnya dengan mata berbinar-binar walaupun masih dalam kesibukannya memilah sampah. "Saya taruh disini ya pak?" sambil menyerahkan sepatu-sepatu kk Kal yang sudah tak terpakai 

Menurutnya, sampah yang dia kumpulkan dalam sehari bisa mencapai 3 gerobak. Sebelum dia bawa ke penampungan sampah sementara, biasanya akan dipilah lebih dulu. Kardus, botol plastik, sampah rumah tangga, dll. 

"Kalau saya gak pilihin lebih dulu, biasanya akan jadi rebutan di sana itu." sambil menunjuk tempat penampungan sampah sementara di seberang TPU Kebon Nanas. 

"Misalnya, botol plastik bekas. Ini sebenarnya sudah dipesan sama tukang jual parfum di pasar situ bu." jelasnya. "Buat apaan pak? Diolah dan diperbaharui ya?" edisi saya penasaran. "Gak bu,  saya Niiitaunya buat jualan parfum." kata si bpk pengumpul sampah dan saya hanya tersenyum sambil nyengir 

Biasanya dari penampungan ini akan dibawa ke bekasi atau bantar gebang. Bagi pengumpul sampah, mereka lebih memilih melakukan pekerjaannya setiap hari agar sampah rumah tangga yang ada tidak terlalu berbau tak sedap 

Nah, beberapa hari belakangan, saya ajak duoK untuk menonton video mengenai *sampah* apa dan bagaimana sampah kita berasal kemudian bermuara. Disitu kami pun ngobrol-ngobrol santai, karena rasa kemanusiaan memang harus dimulai sejak usia dini. 

Bagaimana dengan sampah kami? Apa yang akan kami lakukan dengan banyaknya sampah rumah rumah tangga kami?  Point penting disini adalah, solusi yang dapat kita lakukan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. ---next part---  

#belajarzerowaste #HNSt1 #hijrahnolsampahibuprofesionaljakarta2018 #hijrahnolsampahipjakarta #hnsipjakarta #ibuprofesionaljakarta #agarbumibahagia #saveourearth #saveouroceans