KIsahku......

Jumat, 02 Agustus 2019

Gerilya Patjar Boekoe Cilik ke Patjar Merah


Patjar Boekoe, sebutan bagi pengunjung Patjar Merah, tampak asyik berdiksusi santai. Entah apa yang anak-anak kecil (patjar boekoe cilik) itu bicarakan, yang pasti ada buku dalam genggaman. Pemandangan ini tampak diantara jutaan buku yang digelar pada acara Festival Kecil Literasi dan Pasar Buku Keliling, Patjar Merah.




Diselenggarakan pada 27 Juli - 4 agustus 2019. Bertempat di ex. Bioskop Kelud. Jl. Kelud No.9, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116.

Nama Patjar Merah itu sendiri diambil dari judul Roman karya Matu Mona alias Hasbullah Parindurie yang mengisahkan tentang petualangan tokoh legendaris Tan Malaka di belantara dunia.

Menceritakan tentang seorang pemuda yang berpindah-pindah tempat dan keliling dunia untuk membantu negara-negara yang terjajah agar bisa terbebaskan. Dia percaya bahwa yang bisa membebaskan belenggu penjajahan hanyalah literasi.





Beberapa kategori buku yang disediakan meliputi fiksi, nonfiksi, penunjang pelajaran, bacaan anak dan orang tua, kuliner, hingga pengetahuan popular.
Selain mendatangkan para penulis, festival pasar buku Patjar Merah adalah event literasi menjadi ajang pertemuan pembaca buku, penerbit, distributor, toko buku, dan para kreator konten di media sosial.

Ada beberapa bagian acara yang bisa dinikmati oleh anak-anak. Contohnya Belajar Bahasa Isyarat Dasar dan Tuli Mendongeng. Patjarmin pun dengan senang hati membantu para Patjar Boekoe Cilik berkeliling mencari buku yang diinginkan.




Dibuka sejak pagi hingga malam, selain Lokakarya patjar, Obrolan patjar, Panggung patjar, akan ada juga malam puisi. Mau bernostalgia? Layar tancap pun siap digelar.

Harapannya event ini menjadi salah satu agenda penting bagi dunia perbukuan tentunya akan bisa berkeliling Indonesia.