Asah Keterampilan Untuk Dukung Passionmu


Hi Moms....
Masih ingat ceritaku tentang memetakan diri terhadap kuadran apa yang disukai dan bisa dilakukan, untuk menemukan passion kita?

Saat itu pilihan dan kesukaan yang mampu membuatku bahagia yaitu : melakukan kegiatan event planner anak-anak, ngeblog, art and craft, fashion design dan pubic speaking. Seperti pada gambar dibawah ini:
Kekuatanku

Yas, kira-kira dua tahun belakangan ada hal yang bisa ku kembangkan diantaranya : membuat event planner untuk anak-anak (Little Kunang), Art and Craft (Beebikinan Project), Ngeblog (www.kakniken.web.id) dan Public Speaking (MC event anak). Bahagia? Insyaallah. Tapi setelah menjalani selama dua tahun, ternyata butuh evaluasi atau pengembangan diri.

Lalu bagaimana caranya kelima hal tersebut bisa berkembang lagi dan memang hal yang tapat untuk dijalani?

Tentu dengan mengasah keterampilannya. Karena bagi sebagian perempuan, ketika mampu mengetahui apa yang disukai dan bisa dilakukan itu merupkan langkah awal untuk lebih berkembang dalam hal belajar. Seperti yang diungkapkan oleh mas Pandu Kartika Putra, Co-Founder dan Executive Director Jabar Digital Service, bahwa penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara kita belajar, agar lebih aware. Kita harus mampu meneliti bagaimana cara belajar yang tepat dan mengambil inisiatif. Tentunya agar menjadi lebih baik lagi dalam menangkap informasi.

Penting nih buat kita para perempuan mengetahui tahap belajar mandiri, yaitu :
1. Inisiatif
2. Belajar sendiri atau dengan bantuan orang lain
3. Mendiagnosa kebutuhan belajar keterampilan atau ilmu
4. Formulasikan tujuan belajar
5. Identifikasi kebutuhan belajar
6. Memilih dan mengimplementasikan strategi belajar
7. Evaluasi hasil belajar

Bagaimana caranya? Buatlah peta belajar!

Woww.... Kok kayaknya ribet ya? Nggak kok Moms, nggak ribet-ribet banget sih, apalagi saat kita mulai coba memetakan satu-persatu hal yang mau kita pelajari, terlebih pasion kita. Karena jika kita sudah membuat peta belajar seperti ini, kita akan mengetahui langkah keterampilan selanjutnya.

Berikut ini peta belajar keterampilanku dengan kuadran : penting dan tidak mendesak (plan), penting dan mendesak (do), tidak penting dan mendesak (delegate), tidak penting dan tidak mendesak (eliminate).

Analisa Keterampilan

Butuh waktu untuk benar-benar berpikir dan mencari keterampilan apa yang bisa mendukung kegiatan yang kita lakukan. Jangan sampai kegiatan yang kita lakukan, walau membuat bahagia tapi mengorbankan waktu berharga lainnya. Maka kita butuh mengatur waktu agar terjadi keseimbangan dalam sistem belajar kita.  Karena tidak ada kata gagal dalam belajar, yang ada yaitu belum selesai belajar.

Setelah mengeliminasi beberapa kuadran maka keterampilan yang harus diasah olehku yaitu : dalam hal diplomasi, konten kreator, manajemen event, merawat tubuh dan personal branding.

Keterampilan pendukungku

Mempelajari kemampuan dan keterampilan baru merupakan cara terbaik agar Anda bisa lebih sukses di dalam karir, baik itu sebagai ibu yang bekerja di ranah publik atau di ranah domestik. Oleh karena itulah, kita harus menjadi seorang perempuan yang dinamis, terus berkembang, dan beradaptasi dengan pertumbuhan.

Komentar

  1. Saya merasa tersulut lagi semangat untuk terus upgrade diri ini. Secara tinggal di kampung, jauh dari sarana dan prasarana serba susah tapi kalau ada niat pasti akna selalu ada jalan ya ...

    BalasHapus
  2. Sukaaaaa banget Mba, saya sejujurnya lagi otodidak mengembangkan hal seperti ini, biar saya lebih semangat jadi IRT.

    pengen punya goal sendiri, biar bisa nunjukin kepada orang lain bahwa kata siapa kita para IRT ini HANYA SEBAGAI IRT.

    IRT juga punya potensi lebih, mengasuh anak juga pekerjaan yang luar biasa, caranya ya dengan menyusun goal dan mengembangkan strategi-strateginya :)

    BalasHapus
  3. Keren banget kak. Aku suka liat peta keterampilan nya. Kita jadi tahu ya apa yang harus kita utamakan dan apa yang ngga. 🙂

    BalasHapus
  4. perlu banget buat moms mengerti dan mengetahui apa keterlampilan dan skill yg dimiliki anak, tapi kadang ada juga anak yg kurang terbuka sama orang tua. itu bisa dilihat ketika kita ajak si anak di acara sepeerti ini

    BalasHapus
  5. Memetakan apa yang menjadi skill berikut dengan kelemahan kita, daku gak pernah terpikirkan kak. Baca artikel ini jadi tergerak juga, untuk dicatat apa yang daku miliki sebagai keterampilan/passion dan kelemahannya

    BalasHapus
  6. Perlu ditiru nih caranya kak. Memang walaupun ibu rumah tangga tapi kita tetap harus terus berinovasi dan mengembangkan kemampuan diri.

    BalasHapus
  7. Keren kak caranya semoga dikit-dikit bisa ditiru orang banyak termasuk aku. Aku masih agak kurang pede sama passion sendiri, malah kadang masih suka bertanya-tanya apa benar ini passion-ku yang sebenarnya?:')

    BalasHapus
  8. Aduh, aku merasa terbantu nih mbak. Kayaknya bisa dicoba buat mengetahui passionku. Thank you for sharing mbak🤗

    BalasHapus
  9. Wah bermanfaat banget ini untuk tau passion kita sebenernya dimana dan apa.. Biar makin bisa mengembangkan diri.. Thanks for sharing..

    BalasHapus
  10. Makasih banget kak infonya, aku jadi pengin buat seperti jnji biar geh passion kita apa sebenarnya

    BalasHapus
  11. Membuat peta belajar itu pasti hal yang gak mudah juga ya Mbak, harus benar-benar dipertimbangkan juga krna menyangkut kebutuhan dan kesenangan kita kan ya.
    Hmm, mau juga lah seperti ini. Makasih sharing dagingnya gini ya Mbak :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMPING MINIM SAMPAH, BISA?

LAMOUR: BRING YOUR BEAUTY OUT

TERPIKAT AVENTREE: BBQ RESTO & HOMESTAY