Program Kesehatan Berbasis Kampung dari Distrik Tembagapura

sumber :siapliburan.com


Pada tahun 2008 silam, bang Hanafi, salah seorang teman kantor bercerita mengenai kunjungannya ke PT. Freeport Indonesia. “Ken, kalau loe kemarin ikut liputan ke Papua dan melihat langsung PT. Freeport Indonesia, loe bakal ternganga!”


“Gede bener itu area tambangnya. Truk nya aja besar banget. Roda truknya itu leih tinggi dari tinggi badan gue!” “Loe tahu nggak? Pagi buta pas kita lagi naik ke ketinggian lebih dari 2500 mdpl, gue hampir pingsan karena kehabisan nafas dan kedinginan.”


“Dan loe nggak bakalan nyesel kalau bisa berkunjung ke Papua. Soalnya indah banget ken.” Bang Hanafi bercerita dengan menggebu-gebu dan hal itu terus terngiang dikepalaku.


sumber : interaktif.kompas.id/baca/freeport-indonesia/

Papua Tanah Eksotis

Bicara soal PT Freeport Indonesia (PTFI) tak lepas dari satu kata, Papua! Tanah yang eksotis. Menyimpan kekayaan mineral, mulai tembaga hingga cadangan emas terbesar di dunia. Tak hanya tersimpan di perut bumi Papua, bahkan juga terhampar di permukaan tanahnya.

Di lembah hijau terpencil di tengah belantara Papua pada ketinggian seperti itu berdiri sebuah distrik yang maju, Tembagapura. Nama yang dianugerahkan oleh Presiden Soeharto di kala pembangunannya sekitar tahun 70-an. Tata kota Tembagapura sangat baik sehingga pantas disejajarkan dengan tata kota negara maju. Distrik Tembagapura dibangun dan dikelola sepenuhnya oleh PTFI untuk mendukung kegiatan tambang Grasberg. https://ptfi.co.id/id/how-do-we-operate

Perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) ini melakukan kegiatan menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak. Freeport Indonesia beroperasi di daerah dataran tinggi Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.


sumber : kompasiana.com



Kontribusi Freeport untuk Masyarakat

Selama lebih dari 50 tahun beroperasi di negeri ini, Freeport Indonesia juga telah memberikan kontribusi bagi pemerintah maupun rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Papua.

PTFI seperti yang ditulis dalam laman situs https://ptfi.co.id/ menerapkan dan mematuhi kebijakan-kebijakan etis, sosial dan lingkungan. Kebijakan-kebijakan yang kuat membimbing Freeport Indonesia ke arah pengembangan berkelanjutan, diantaranya:


1. Beroperasi Sebagai Pemangku Kepentingan Sektor Swasta

2. Membangun Keberlanjutan
3. Menjalin Kemitraan
4. Menjadikan Masyarakat sebagai Mitra dan Sasaran Pengembangan

Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat

Dari pengembangan berkelanjutan diatas, saya ingin menyoroti soal peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Papua sebagai bagian dari program sumbangsih bagi negeri oleh Freeport Indonesia.

Pada bulan Mei 2019, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, meresmikan sembilan fasilitas yang sudah dibangun oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI).

Diantara sembilan fasilitas yang dikembangkan tersebut salah satunya di bidang kesehatan, Private Wing & Klinik BPJS Rumah Sakit Mitra Masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Seperti yang kita ketahui bahwa akses kesehatan bagi masyarakat itu sangat penting. Selain Private Wing & Kliik BPJS Rumah Sakit Mitra Masyarakat, PTFI dan LPMAK juga ikut mendorong masyarakat agar mempraktekkan pola hidup bersih dan sehat.

Fasilitas dan pelayanan kesehatan yang masih sangat terbatas juga mendorong PTFI dan LPMAK membangun Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) di dataran rendah dan Rumah Sakit Waa Banti (RSWB) di dataran Tinggi untuk membantu meningkatkan dan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.



sumber : timikabisnis.com


Berdiri sejak tahun 2002, Sumbangsih bagi Negeri berupa fasilitas kesehatan RS Waa Banti (RSWB) memberi layanan gratis bagi warga sekitar yang merupakan tujuh suku asli di wilayah itu, yaitu Amungme, Kamoro, Damal, Ekari, Moni, Dani, dan Mee. Terletak sekitar 4 kilometer dari Kota Tembagapura, lokasi perumahan dan kantor PT Freeport Indonesia.

Dalam seminggu, RSWB melayani sampai 500 pasien yang berasal dari tiga desa, yakni Waa Banti, Arwanop, dan Tsinga. Meski begitu, seringkali pasien berasal dari kabupaten berbeda, seperti dari distrik Ilaga atau Sugapa yang jauh dari sarana kesehatan seperti puskesmas.

Menurut dr.Milka Tiandra, ahli kesehatan masyarakat di RSWB, untuk pasien yang dalam kondisi darurat, misalnya patah tulang, ibu hamil, atau kegawatan lain, akan dijemput dengan helikopter milik PT Freeport Indonesia.

Karenanya, sejak tahun 2006 dibentuk program kesehatan masyarakat untuk 3 kampung yang masuk dalam binaan LPMAK dan dipimpin oleh dr.Milka. Fokus utama program tersebut adalah kesehatan ibu dan anak, edukasi penyakit seperti diare, cacingan, tuberkulosis dan HIV. "Terutama tentang cara penularan, pencegahan, dan pengobatan," kata dr.Milka.

Secara teratur, dr.Milka dan timnya berkeliling ke kampung-kampung untuk memberikan penyuluhan kesehatan dan membentuk kader di tiap kampung. Selain kader posyandu, dibentuk juga pengawas minum obat untuk pasien TB dan HIV untuk mengingatkan anggota keluarga atau kerabatnya agar rajin minum obat atau kontrol kesehatan.


sumber : https://ptfi.co.id/id/health-program

Perlahan tapi pasti, perilaku masyarakat mulai berubah. Menurut dr.Milka, beberapa tahun lalu masih banyak ditemui orang dewasa yang ingusan seperti anak-anak, sekarang tidak lagi. "Sampai dengan tahun 2007, dulu pasien yang datang berobat di RSWB harus disuruh mandi dulu, tapi sekarang tidak lagi. Anak-anak juga sudah sadar pentingnya cuci tangan sebelum makan," ujarnya.

PTFI dan LPMAK juga melanjutkan kerjasama dengan mitra-mitranya dalam pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan masyarakat yang difokuskan pada masalah kebersihan dan sanitasi. Selain itu, LPMAK juga membantu beberapa kampung dalam hal mendapatkan akses ke air bersih.

Program Berbasis Kampung 

Kesehatan adalah hak dasar setiap manusa, termasuk masyarakat di Papua yang berdomisili pada radius lokasi pertambangan. Kontribusi Freeport untuk masyarakat melalui departemen CPHMC melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat.

CPHMC dan LPMAK terus melakukan promosi dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat melalui diskusi kesehatan, sesi kelompok, dan acara khusus seperti hari AIDS Sedunia dan Hari TB Sedunia.


sumber : ptfi.co.id/id/health-program

Program kesehatan yang dijalankan oleh CPHMC dan LPMAK merupakan program yang berbasis kampung. Melakukan perjalanan blusukan dari kampung ke kampung. Menemui masyarakat secara langsung dan berdialog. Oleh karena itu, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kemandirian dan kapasitas masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan.

Program kesehatan masyarakat yang dilakukan oleh CPHMC dan LPMAK berfokus pada Kesehatan Ibu dan Anak, Pengendalian Malaria, Pengendalian HIV & AIDS, Pengendalian TB, dan Air bersih dan Sanitasi.

Dengan Kontribusi Freeport Indonesia untuk Papua tersebut tentu tingkat kesehatan masyarakat di wilayah Papua khususnya distrik Tembagapura semakin meningkat. Karena pada dasarnya masyarakat Papua mudah menerima ilmu baru atau pengetahuan dan bisa bekerjasama.


Sumber :

1. Ptfi.co.id
2. Kompas.com
3. Lipsus.kontan.co.id/v2/freeport

Komentar

  1. Memang bagus sekali jika perusahan-perusahaan terus memaksimalkan program CSR agar bisa bermanfaat untuk masyarakat. Semoga semakin banyak perusahaan-perusahaan yang seperti itu

    BalasHapus
  2. Penting banget untuk perusahaan-perusahaan, apalagi perusahaan skala internasional untuk peduli dengan SDM maupun SDA di lingkungannya. Salah satunya adalah adanya fasilitas kesehatan yang memadai bagi SDM maupun masyarakat di sekitarnya, sehingga kehidupan di sana pun bisa saling berdampingan.

    BalasHapus
  3. Dulu suka bingung melihat berita kondisi di sekitar pabrik tambang Freeport. Kebetulan beberapa teman Kompasianer sudah mengunjungi lokasi nya secara langsung. Perusahaan kaya, tapi masyarakat sekitarnya kok "biasa" saja?
    Sebenarnya kita blm tahu detail ya. Apa yang terjadi di sana. Yang pasti ternyata perusahaan tidak melupakan masyarakat setempat begitu saja...

    BalasHapus
  4. Bagus sih programnya karena menyasar sampai ke area kecil melalui blusukannya itu. Semoga terus berjalan dan warga mendapatkan manfaat terbaik..

    BalasHapus
  5. Setuju banget mbaa sama salah satu bentuk CSR perusahaan dibidang kesehatan, apalagi kecantikan maunya ya. Tapi pelayanan tentang kesehatan emang penting banget sih mba, kalau kita sehat insyaa allah bisa mengoptimalkan potensi dalam diri

    BalasHapus
  6. Wah.. bagus program nya, pastinya sangat diperlukan masyarakat yang wilayahnya masih banyak yang tidak terjangkau layanan kesehatan yang baik seperti di Papua.

    BalasHapus
  7. Aku penasaran pengen sekali aja masuk ke tambangnya Freeport Tembagapura yang besar banget dan modern itu, sepertinya menarik dan akan jadi pengalaman yang berharga.

    BalasHapus
  8. Ah Papua emang Indah ya Mbak. Salah satu dreamplace aku dan suami yg suka ngebolang sejak single hehe. Waah ternyata banyak kontribusi Freeport utk masyarakat khususnya Papua. Semoga Terus berjalan baik :')

    BalasHapus
  9. Freeport ini kayak dua sisi mata uang ya kak.. satu sisi mengeksploitasi bumi Papua gak kira2 tapi di sisi lain bawa kebaikan juga.. Aku aja bingung kalau ditanya tentang Freeport ini.. Semoga Papua menjadi lebih baik... Mudah2an nanti aku bisa ke sana.. aamiin

    BalasHapus
  10. Semoga program-program ini berkelanjutan untuk Papua yang makin berkembang. Kuy dukung yang terbaik untuk Papua

    BalasHapus
  11. Freeport bawa banyak perubahan di bidang kesehatan ya Mbak. Masyarakatnya pun juga sadar ya akan pentingnya hidup sehat itu.

    BalasHapus
  12. Perlu memahami lebih dalam lagi, dan memang harus memperhatikan kesejahteraan orang sekitar, keadaan alam dan pastinya bukan hanya mengambil hasil buminya saja. Semoga dengan adanya program-program di atas memang membuat masyarakat Papua jadi sejahtera.

    BalasHapus
  13. Wahh bagus banget kak keren.. semoga program kaya gini yang harus dilanjutkan karena dampaknya sangat baik sekali

    BalasHapus
  14. Saya ikut daftar, maksudnya termsuk yang pueeeengen banget berkunjung ke Papua, melihat langsung lokasi freeport. Kalau lihat di TV, tampak eksotis, magis dan apa lagi ya istilahnya...? Pokok'e bikin penasaran habis, semoga one day dapat kesempatan bisa berkunjung kesana, aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMPING MINIM SAMPAH, BISA?

LAMOUR: BRING YOUR BEAUTY OUT

TERPIKAT AVENTREE: BBQ RESTO & HOMESTAY