Anak Moody, Begini Cara Mengatasinya

Anak Moody sering kali membuat orangtua kebingungan. Padahal, mood merupakan bagian dari perkembangan emosi yang terjadi pada anak.

Perubahan suasana hati yang tiba-tiba ini sering membuat orangtua merasa bingung dan kewalahan. Kenapa sih anak bisa moody?

Sebelum kak Niken jelaskan, pertama yang harus diketahui adalah pahami dulu emosi-emosi dasar yang terjadi pada anak. MIsal: ada emosi marah (anger), bahagia (happy), sedih (sad), takut (fear), dan kaget (surprise).

anak moody
pict by: ski sch-inside-out

Menurut Dr. John Duby, seorang dokter spesialis anak dan kesehatan mental, anak usia dini memang sering belum bisa mengontrol diri dengan baik. Kebanyakan anak usia dini masih belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan tepat.

Kondisi inilah yang seringkali membuat anak menjadi moody atau sering berubah-ubah suasana hatinya. Apakah hal tersebut bisa dikatakan normal?

Ya. Perubahan emosi pada anak terkait dengan temperamen dan karakter anak. Serta pola pengasuhan orangtua. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi perkembangan emosi pada anak.

Temperamen merupakan sifat yang sudah ada sejak lahir atau bawaan lahir dan ini dipengaruhi oleh gen (keturunan) keluarga. Tentunya tiap anak memiliki temperamen yang berbeda-beda.

Ada satu cerita tentang kakak Kal, saat sedang moody.

Bekerjasama. Kata ini seringkali bunda lontarkan pada kakak Kal. Terlebih saat brifing kakak Kal untuk ikut pergi bersama bunda. Seperti yang kami lakukan hari ini, kk Kal menemani bunda di acara playdate bersama kunang-kunang kuning.

Di lokasi acara, sambil bunda menyiapkan segala macam perlengkapan, kakak Kal terbilang kooperatif.

“Bunda, aku bantuin ya. ” ujarnya.

“Iya, boleh.”

“Kak, nanti bunda mau mendongeng, kakak nanti boleh duduk dekat bunda. Tapi bukan dipangkuan bunda ya,” pinta bunda

Sampai menjelang acara mulai, kakak Kal masih bisa diajak bekerjasama. Namun, tiba-tiba saat mulai pemanasan dan semua teman-teman berkumpul di halaman untuk melakukam gerak dan lagu, kakak Kal berubah mood.

Sesungguhnya, kejadian seperti ini memang beberapa kali sering terjadi, perubahan mood. Hal tersebut bikin kakak Kal, merengek minta ditemani atau di dekat bunda. Sama sekali tidak mau ikut instruksi. Wajah tertekuk, plus akan bilang “gak bisa bun”.

Padahal gerakan yang diminta memang yang dia bisa dan seringkali dilakukan di rumah. Kayak mutung gitu jadinya.. Lalu bagaimanaaaa? Secaraaaaa bunda tetap harus melakukan aktivitas lainnya.

Saat teman-temannya masih asik bergerak nari baby shark, kupu-kupu, dan lainnya maka bunda ajak kakak kal sambil ngobrol, “Kak, mau minum dulu?”
Awalnya menggeleng dan tetap sambil wajah ditekuk.

“Kakak mau minum susu atau air putih?” tanya bunda

Kk Kal akhirnya menjawab, “susu”

“Ok. Kita masuk kedalam dulu, lalu ambil susunya ya.” Mood mulai naik 1 tingkat. Walaupun selama acara berlangsung nggak semulus yang diharapkan. Karena ada drama perebutan mainan. Wajah yang hampir setengah bagian acara selalu ditekuk.

Seringkali bilang “gak bisa” lalu agak merengek, belum.lagi kk Kal kena senggol temannya lalu nangis, apalagi saat sudah berkali-kali membereskan bola-bola ke dalam keranjang tapi dituang kembali sehingga bubar byarrrr.

Tapi kakak Kal sudah berusaha bekerjasama dengan bunda. Dan yang paling penting, bunda nggak ikut tantrum (cuma elus-elus dada sambil nyengir dan berkata dalam hati, kapaaannn selesainya ini drama telenovela *eeehhhh). Mengelola perasaan 2 orang (bunda dan kk Kal) itu sungguh luar biasa.

Nah, tahukah kamu bahwa dalam pnghelolaan emosi ini ada yang mudah (easy), lambat (slow to warm up), dan sulit (difficult). Anak yang memiliki temperamen yang mudah cenderung lebih cepat dalam beradaptasi dengan lingkungan baru dan mood-nya lebih stabil dan positif.

Sedangkan anak yang memiliki temperamen lambat dan sulit cenderung lebih membutuhkan waktu atau lama dalam beradaptasi dan lebih emosional.

Baca juga :

Mainan Unik Untuk Anak

Tips Puasa Untuk Anak

Anak Moody? Begini atasinya:

1. Pahami terlebih dahulu emosi anak dan cari tau apa
2. Jangan terpancing oleh emosi anak, hadapi dengan tenang ya karena emosi itu mudah sekali menular
3. Terima emosi yang anak rasakan, berikan perhatian dan tunjukkan kasih sayang kepada anak.
4. Berikan pelukan hangat

Anak moody bisa saja dialami oleh semua orang bahkan anak-anak. Meskipun kondisi ini sering membuat bingung. Namun tenangkan diri Anda terlebih dahulu kemudian ikuti langkah yang tadi sudah dijelaskan.

Leave a Comment