Berkenalan Dengan Montessori, Apa Itu?

Berkenalan dengan Montessori yuk. Montessori di rumah mendapatkan lebih dari 2 juta hasil di mesin pencarian Google. Ini memberikan fakta bahwa banyak orangtua yang membutuhkan referensi metode pendidikan anak. 

Metode Montessori. Tentu tak asing lagi bagi kalangan ibu muda yang memiliki anak usia dini. Montessori merupakan suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori.

Maria Montessori adalah seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Secara umum, metode Montessori diterapkan terutama pada anak-anak di pra-sekolah dan sekolah dasar. Meski ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah.

Bagaimana dengan perkembangan metode Montessori di Indonesia? Belakangan ini para ibu muda berbondong-bondong menerapkannya di rumah. Mereka juga tak ragu untuk menyediakan beragam aparatus yang harganya terbilang wow.

Memindahkan pasta montessori
Memindahkan pasta montessori

Bingung Cara Memulai? 

Ada satu cerita kak Niken yang sampai saat ini masih selalu diingat. Sebelum menikah, kak Niken punya keinginan agar saat nanti memiliki anak mampu memberikan stimulasi yang tepat dan bermanfaat.

Kira-kira tahun 2008 itu kak Niken belum mengenal metode Montessori. Tapi karena kak Niken merupakan salah satu kontributor penulis buku mengenai “Pendidikan Karakter Dengan Metode Sentra”. Jadi cukup memiliki pemahaman tentang pendidikan karakter. Namun…..

Setelah menikah kemudian memiliki anak pertama pada 2013, kenyataannya berbeda. Saat Kal–anak pertama–berusia 6 bulan kak Niken pernah berada pada titik kebingungan. Pasalnya ilmu untuk menerapkan metode belajar menyenangkan pada anak, menguap entah kemana.

Pertanyaan yang sama selalu muncul. Bagaimana cara menerapkan metode belajar menyenangkan kepada anak? Kegiatan apa yang harus dilakukan? Dimulai dari mana? Kalau kegiatanya nggak cocok gimana? Adakah cara agar orangtua kreatif?

berkenalan dengan montessori
Menuang Air Montessori

Berkenalan Dengan Montessori

Sekitar tahun 2014 akhir mulailah untuk berselancar di dunia maya seperti instagram dan internet demi mendapat pencerahan. Dan… yes akhirnya! Ketemulah yang mampu membuat mata kak Niken berbinar-binar. Seperti menemukan sumber mata air kehidupan ditengah padang savana dunia pendidikan di Indonesia.

Mengenal Indonesia Montessori, salah satu web dan instagram yang mempopulerkan metode Montessori di Rumah. Disadari atau tidak bahwa pendidikan utama berasal dari keluarga. Maka menerapkan metode Montesori ini merupakan salah satu pilihan untuk belajar sambil bermain dengan menyenangkan.

Perlahan kami coba mempelajari dan mengikuti beberapa contoh kegiatan sesuai usia.  Hampir setiap hari kak Niken sediakan waktu untuk belanja ide kegiatan di web IMC dan salah satu wag yang dikelola oleh Rumah Main Anak.

Tahapan yang kami lalui :

  1. Pahami dasar/filosofi Montessori
  2. Pahami fase sensitif anak
  3. Siapkan area yang nyaman bagi anak
  4. Sediakan ide aktivitas kreatif
  5. Lakukan dari hal paling sederhana yang bisa dilakukan di rumah

Kami mengawalinya dengan melakukan kegiatan mudah diikuti. Khususnya area practical life skills dan ketersediaan barang serta alat yang ada di rumah. 5 Area dalam Metode Montessori:

  1. Practical Life
  2. Sensorial
  3. Language
  4. Math
  5. Culture

*akan dibahas lebih detail di artikel selanjutnya ya

Menyendok dalam Metode Montessori
Menyendok dalam Metode Montessori

Bagaimana respon Kal saat disediakan kegiatan? Alhamdulillah semangat. Walau tentu saja tak melulu lancar. Ada kalanya kegiatan yang disediakan tidak disentuh sama sekali oleh anak. Biasanya hal tersebut bikin kita sedih, kesal dan merasa gagal.

Nah disinilah salah satu peran saat kita berkomunitas. Baik komunitas parenting seputar Montessori atau secara umum. Untuk saling support agar bisa kembali semangat main bareng antara anak dan orangtua. Ikut challenge juga salah satu cara memantik semangat.

Adanya challenge bukan soal menang kalah. Tapi lebih pada ketersediaan jadwal rutin terstruktur sesuai tema tertentu. Para Moms yang ikut serta bisa  berkomunikasi untuk saling support serta saling menularkan ide-ide kreatifnya.

Point plusnya lagi saat literasi sejak dini juga dibangun dengan metode ini. Sungguh ini merupakan hal luar biasa. Karena konsep literasi harus dibangun agar tak sekadar bisa membaca tapi paham makna.

Literasi sejak dini
Literasi sejak dini

Mensiasati Aparatus Yang Mahal

Bagaimana dengan isu aparatus Montessori yang terkenal pricey? Kami membuktikan. Minimnya ketersediaan aparatus bukan halangan untuk berkegiatan Montessori di Rumah. Pahami gambaran besar meode ini. Apa maksud dibalik filosofi, prinsip-prinsip dan kegiatan yang dirancang sedemikian rupa tersebut.

Secara filosofi, Montessori menganggap bahwa anak adalah pribadi yang unik. Inti pendidikannya adalah kepercayaan terhadap motivasi diri dan kemandirian. Maka ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan sebelum menggunakan aparatus.

Misalnya practical life skills. Menyendok, menuang, menjepit, meronce, mengulek dan lainnya merupakan kegiatan praktek kehidupan sehari-hari.

Jika memang perlu menggunakan aparatus sesuai areanya, ada beberapa yang bisa dibuat dengan memanfaatkan barang yang ada di sekitar (sesuai ketentuan). Setiap kegiatan memiliki tujuan pembelajaran yang berbeda dan fokus pada aspek tertentu.

Apakah dengan melakukan kegiatan Montessori di Rumah lalu Kal sama sekali tidak mengenyam pendidikan formal? Kal rutin melakukan kegiatan Montessori di Rumah namun juga masuk sekolah formal (PAUD-TK) saat usianya sekitar 3,5-6,5 tahun.

Tujuannya agar Kal bisa memiliki waktu lebih banyak untuk berkegiatan terstruktur. Karena Ia termasuk anak dengan kemampuan tingkat motorik kasar yang menonjol dan kreatif.

aparatus montessori
aparatus montessori
pict by reisha dot net

Orangtua Harus Sabar Dengan Prosesnya

Ada satu cerita unik ketika selama hampir satu tahun kal sangat suka menggunakan aparatus number rods dan metal insect. Kira-kira bagaimana reaksi kita saat hampir setiap hari melihat anak “hanya” mengambil kedua aparatus tersebut?

Jujur saja kak Niken pernah kesal. Bayar sekolah mahal tapi mainnya itu lagi itu lagi. Tak sabar untuk hasilnya. Padahal, ternyata banyak sekali hal yang bisa di explore anak saat dia sudah mengambil salah satu dari aparatus itu.

Disinilah pentingnya kita sebagai orangtua untuk belajar. Sambil mengingat apa makna dibalik filosofi ketika kita menerapkan metode Montessori. Sabar dan nikmati prosesnya karena mendidik itu tidak mendadak. Tentu hal itu berkat kerjasama dari pihak sekolah dan orangtua juga.

Alhamdulillah, ada hal luar biasa dari Kal yang tak bisa dipungkiri setelah sekitar 5,5 tahun berkenalan dengan Montessori. Kesiapan dan kemandirian saat masuk Sekolah Dasar.

Walau di awal masuk sekolah dasar Kal masih belum pandai membaca lancar seperti teman-teman lainnya, tapi menurut hasil observasi gurunya, Kal paham konsep, mampu memahami isi bacaan dan bersikap mandiri.

That’s the point! Yes… disitu kak Niken merasa lebih lega. “Tidak ada yang sia-sia dari setiap kegiatan yang dipilih oleh anak.”

Bukan berarti judgment bahwa “anak aktif, tidak mungkin belajar dengan menggunakan metode Montessori” itu tidak benar adanya. Tentu dengan cara ini dan nikmati prosesnya dengan indah. Kita bisa lihat hasilnya beberapa tahun kemudian.

Yuk berkenalan dengan Metode Montessori!

 

 

 

 

27 thoughts on “Berkenalan Dengan Montessori, Apa Itu?”

  1. …… Ternyata penemunya Dr. Maria Montessori ya, baru tahu. Mari kita semangat nemenin anak-anak bermain sambil belajar aamiin (reminder diri sendiri hihi) …… By tri

    Reply
  2. Aku mulai menerapkan Montessori ini sejak anakku 2 tahun. Awalnya karena memang memutuskan nanti anakku gak akan aku masukin preschool jd aku mulai mengenalkan sejak dini.

    Reply
  3. Aku paham teori dan konsep Montessori tapi pada prakteknya aku sesuaikan banget dengan kebutuhan dan kemauan. Yang aku kurang setuju sih soal aparatus yang rata-rata harganya mahal

    Reply
    • Benar banget disesuaikand engan kebutuhan sehari-hari kak. Aku juga bisa dihitung pakai jari kalau soal memiiki aparatus. Makanya di tulisan dibilang cara menyiasatinya hehehe. Semangat

      Reply
  4. Aku mengenal montessori semenjak lahiran anakku 2 tahun lalu. Waktu itu, kakak kelasku @damarwijanti menjadi salah satu pelopor akun yang ‘membumikan’ montessori di Instagram, aku coba ikuti ternyata menarik 🙂 Dan yang aku suka, montessori mengajarkan anak agar bisa mandiri.

    Reply
  5. Aku selalu senang kalau baca-baca artikel tentang montessori. Entah kenapa metode parenting ini menantang sekaligus memberikan jawaban atas apa yang anak sedang alami.

    Reply
    • yup mbak. Soalnya banyak metode apapun itu yang bagus tapi orangtuanya yang ingin segera…segera…segera…. tanpa pham makna atau filosofinya dan proses

      Reply
  6. Karena belum berkeluarga aku masih awam tentang Montessori yang digemari orangtua. Jadi lebih paham dan ternyata nggak harus mahal ya untuk mengikutinya

    Reply
    • Aku dulu belajar tentang pendidikan beragam metode sebelum nikah. Alias masih muda belia. wkwkwkw. Justru beberapa tahun kemudian nikah, malah sempat lupa caranya. Akhirya mulai lagi dari awal

      Reply
  7. Aku nih tahu Montessori selewat-selewat melulu…. Baru tahun lalu apa ya, nyadar bahwa ada konsep yang memang sudah baku. Pernah beli beberapa “mainan” tapi baru nyadar belakangan kalau itu apparatus Montessori. Jadinya udah nyiapin tulisan juga soal “accidentally Montessori”, tapi masih berupa draft hehehe.

    Reply
  8. Dulu ak pecinta montessori banget, pertama tau konsepnya langsung jatuh cinta, dan waktu itu akhirnya mutusin untuk masukin anakku playgroup montessori. It was nice experience anyway

    Reply
    • Eheheh sama mom. Aku juga masukin kk Kal ke skul montess karena aku lahiran anak ke-2. Dan kegiatan montess di rumah agak kurang, jadilah masukkk skul wkwk

      Reply
  9. Menyerap ilmu dan pengetahuan dari metode montessori, jadi lebih cepat tanggap juga ya karena tidak hanya teori tapi sekaligus praktik nya juga

    Reply
    • Iya benar kak. Filosofi kemudian fokus diawali dengan hal konkret baru abstrak. konkret juga dalam praktek sehari-hari

      Reply
  10. wah noted nih jadi kepo juga metode Montessori di Rumah macam ini, cocok banget diterapkan ke anak-anak ya mbak, selain bisa bermain, anak juga akan terlatih mandiri 🙂

    Reply
    • Aamiin. Yuk yuk yuk sejak usia dini di coba. Metode apapun juga baik selama prosesnya dilalui dengan baik juga hehe

      Reply

Leave a Comment