Tips Bersepeda yang Aman dan Nyaman di Masa Pandemi

Bersepeda yang aman dan nyaman di masa pandemi – Banyak masyakarat yang khawatir akan penularan virus Covid-19. Oleh karena itu mereka memilih naik sepeda ketimbang angkutan umum. Seperti yang kita tahu bahwa sepeda merupakan alat transportasi yang lebih individu juga memiliki banyak manfaat.

Berdasarkan survey The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) pada Juni 2020, pengguna sepeda meningkat hingga 10 kali lipat. Bisa dikatakan naik hingga 1.000 persen dibandingkan pada bulan Oktober 2019. Woww… luar biasa sekali.

Sebenarnya bersepeda merupakan salah satu olahraga yang memungkinkan kita untuk menjaga jarak aman dengan orang lain. Akan tetapi masyarakat masih banyak yang melupakan bahwa saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga saat mereka bersepeda masih juga bergerombol dengan orang lain.

Sehingga perkembangan jumlah pesepeda juga jadi kabar buruk bagi pesepeda lainnya. Kenapa? Perhatikan deh, banyak pesepeda pemula yang seenaknya saja dalam berkendara. Mulai dari acuh pada aturan keselamatan berkendara juga tidak taat protokol kesehatan.

Alih-alih ingin menjadikan tubuh lebih sehat, yang ada malah sebaliknya!

Jadi ingat saat Kak Niken masih usia sekolah dasar, hampir setiap sore bersepeda bareng teman-teman untuk keliling komplek. Saat itu tujuan kami bermain sepeda hanya karena ingin berkumpul bersama teman dan bercanda gurau.

bersepeda aman dan nyaman
bersepeda aman dan nyaman

Tak dipungkiri bahwa bersepeda jadi olahraga luar ruangan yang popular saat ini. Tak hanya menyehatkan, bersepeda juga bisa menjadi cara untuk menikmati pemandangan alam atau suasana disekitar kita. Penjualan sepeda pun meningkat, begitu juga harganya.

Namun ada ketentuan yang harus kita lakukan saat bersepeda yang aman dan nyaman. Oelh sebab itu dibutuhkan peran komunitas gowes untuk mensosialisasikan aktivitas bersepeda yang baik dan benar di masyarakat.

Kebetulan beberapa waktu lalu Kak Niken ikutan seminar online bareng komunitas sepeda dengan tema, “Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”. Bersama dengan lima orang narasumber yang kompeten di bidangnya. Salah satunya komunitas Bike to Work.

Bike to Work Indonesia merupakan gerakan untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alternatif moda transportasi. Utamanya ketempat kerja atau biasa disebut bike to work. Ternyata di masa pandemi ini, komunitas seperti ini memiliki peran penting lho.

3M saat bersepeda
3M saat bersepeda

Peran Komunitas Gowes Untuk Perubahan Perilaku

  1. Role Model Perubahan Perilaku. Menjadi role model perubahan perilaku dengan menerapkan 3M dan protokol kesehatan.
  2. Menjaga Pola Hidup Sehat. Melalui kegiatan olahraga, salah satunya bersepeda. Disertai dengan makan makanan yang bergizi dan seimbang.
  3. Melakukan Sosialisasi dan Edukasi. Dilakukan melalui kegiatan komunitas.

Tips Bersepeda Aman dan Nyaman

Penting untuk kita ketahui bahwa bersepeda merupakan salah satu bentuk latihan untuk tubuh. Dengan rutin melakukan kegiatan bersepeda dapat mencegah berbagai penyakit, obesitas dan menjaga imunitas.

Berikut ini tips bersepeda yang aman dan nyaman:

  1. Pastikan kondisi tubuh kita sehat dan bugar
  2. Rencanakan rute gowes yang aman dan nggak terlalu ramai
  3. Atur waktu bersepeda
  4. Gunakan pakaian yang lebih tertutup
  5. Siapkan perlengkapan keamanan sepeda
  6. Siapkan masker cadangan, hand sanitizer, air minum menggunakan tumbler

Agar kegiatan bersepeda tetap bisa dilakukan saat masa adaptasi kebiasaan baru ini, maka perhatikan hal berkiut:

  1. Kenali sepeda. Cek rem, posisi, tekanan ban, kondisi rantai, dan lainnya.
  2. Kenali diri. Ketahui posisi diri kita seperti apa, jika kurang bugar maka jangan memaksa untuk gowes. Bersepeda seharusnya membuat kita semakin sehat, kalau justru sakit mungkin cara kita bersepeda ada yang salah.
  3. Kenali lingkungan. Bagaiman rute yang akan kita lewati, misalnya: tanjakan, turunan, tingkat rawan kriminalitas, dan lainnya.

Saat bersepeda, pastikan kita mengetahui rute yang akan dilalui. Misalnya: jarak tempuh, tanjakan/turunan, kondisi jalan (berlubang/rusak), area padat/rawan lalu lintas dan rawan kriminalitas. Tak lupa juga untuk cek lokasi penting, seperti: pos polisi, bengkel, pos kesehatan, dan lainnya.

protokol kesehatan bersepeda
Protokol kesehatan bersepeda

Baca juga:

Wajib dilakukan untuk bersepeda yang aman dan nyaman

  1. Usahakan gowes hanya dalam kelompok kecil, maksimal 5 orang
  2. Gunakan helm, kacamata dan masker
  3. Menjaga jarak, depan, belakang dan samping
  4. Lakukan olahraga intensitas ringan sampai sedang
  5. Patuhi rambu lalu lintas
  6. Hindari sosialisasi atau istirahat makan minum bareng

Mematuhi protokol kesehatan menjadi kunci utama agar bersepeda tetap aman dan nyaman. Sehingga mampu memberikan manfaat bagi tubuh secara maksimal. Seperti yang dikatakan oleh pak Poetoet Soedarjanto, Ketua Bike to Work Indoneisa, “Bersepeda, sebuah solusi tanpa polusi”.

24 thoughts on “Tips Bersepeda yang Aman dan Nyaman di Masa Pandemi”

  1. Alih-alih ingin sehat dengan cara bersepeda, tapi lalai menerapkan protokol kesehatan, ujung-ujungnya malah jadi cluster baru. Menurut pandangan saya, sebenarnya ini cuma tren sesaat, suatu saat akan berkurang lagi aktivitas bersepeda ini.

    Cara bersepeda saat pandemic ini, tentu berbeda ketika tidak ada pandemic.

    Semoga semua biker sadar betapa pentingnya kesehatan, terutama saat pandemic, jadi tetap harus ikuti protokol kesehatan yang ada.

    Reply
  2. Bersepeda itu memang kegiatan yang asyik dilakukan di akhir pekan bersama orang terdekat. Tetap semangat bersepeda dan berolahraga.

    Reply
  3. Saya sering melihat rombingan sepeda yang saling berdekatan. terus saat istirahat atau mampir di sebuah tempat, mereka dekatan lagi. Dan memang benar, alih-alih naik sepeda agar sehat, malah bisa menciptakan cluster baru penyebaran virus.

    Jadi benar sekali, naik sepeda itu adalah solusi tanpa polusi, asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Reply
  4. bersepeda itu mengingatkan aku pas zaman SMP dulu kak
    SMP dulu aku sepeda tiap hari 7 km, 14 km pp
    sekarang mah baru 2 km udah ngos2an wkwkwk
    tp seru banget sih emang sepedaan ini kak

    Reply
  5. Wah Kak Niken besar di jaman anak anak hobi sepedaan ya. Saya juga. Jangan jangan kita hampir seangkatan.

    Nah, kadang saya kalau naik sepeda, suka belum hafal apa saja yang ada di rute yang saya lalui. Jalan berlubang yang ada di turunan sih yang bikin harus hati hati. Dan pengecekan sepeda sebelum digunakan itu penting, demi keamanan pesepedanya.

    Reply
  6. Kadang memang kita abai terhadap protokol kesehatan saat berolahraga seperti bersepeda ini. Padahal saat kita tidak melakukan protokol tsb, alih-alih bikin sehat, kita malah bisa terserang virus ya

    Reply
  7. Aku tadi pagi gowes nih Kak. Tapi cuma deket-deket aja sih, soalnya udah agak siang, udah banyak mobil.
    Paling enak sepedahan yg engga ada mobil sih.
    Makasih tips bersepedanya Kak…

    Reply
  8. Tim gowes aku juga cuma 4-5 orang aja gak mau terlalu banyak. Kalau memilih gowes pagi sekali paling telat set 6 udah jalan jadi gak terlalu siang & menghindari keramaian

    Reply
  9. Setuju, Kak. Kalau bersepeda tuh tetap pakai protokol dong selama pandemi begini. Jangan bergerombol apalagi menghalau pengguna jalan lain. Yang paling susah tuh menghindari berkerumun buat makan di kedai, yang berbahaya bisa menyebarkah virus. Jadi pengin ikutan Bike to Work, ke mana-mana mau sepedaan aja. Tapi kudu cari sepeda yang pas dulu 🙂

    Reply
  10. Bener banget nih, sekarang tiap minggu pagi, rameeeee banget yang lagi gowes.. Seneng sih liatnya, makin banyak yang lebih peduli kesehatan dan sayang lingkungan yaaaa.. Hehe. Tapi memang beberapa pesepeda kurang terlihat peduli sama keamanannya yaaaa, penting banget nih sebuah komunitas bersepeda untuk mengedukasikan tentang ini yaaa

    Reply
  11. Salahsatu cara bersepeda baru untuk masa pandemi spt sekarang ini ya. Penting dan wajib mematuhi protokoler kesehatan itu selama bersepeda. Supaya tetap dapat manfaat sehatnya dan juga terhindar dari virus miss coronces ini

    Reply
  12. Sudah 2 minggu ini mulai berani bersepeda lagi. Itupun dekat-dekat aja sih, sekalian ngobrol-ngobrol sama teman.
    Saya suka banget bersepeda, karena bisa keliling ke pelosok dengan santai, sekalian masuk-masuk area sawah.

    Reply
  13. protokol kesehatan memang penting ya ka termasuk ketika kita berolahraga sepeda , agar sehatnya dapat dari bersepeda dan tetap terjaga dari virus corona

    Reply
  14. Nah bener…usahakan sepedaannya hanya dalam kelompok kecil. Soalnya sekarang sering banget tuh lihat kelompok sepeda yang bisa sampai puluhan, banyak deh pokoknya. Abis sepedaan, ntar istirahat melipirnya rame-rame..ya sama aja kan berkerumun 🙁

    Reply
  15. Masa di Banjarmasin dulu aku senang banget sepedaan. Sekarang lihat banyak yang suka sepedaan seliweran depan kompleks sini ya kadang jadi teringat masa lalu, betapa menyenangkannya sepedaan. Hahaha. Cuma memang ada hal-hal yang perlu diperhatikan ya, biar sepedaannya tetap aman dan nyaman. Makasi sudah berbagi tipsnya, Kak Niken

    Reply
  16. Sebenarnya menggembirakan sih orang2 aktif bersepeda lagi… Lebih sehat dan ramah lingkungan. Namun memang karena kondisinya sekarang lagi pandemi, tetep mematuhi protokol kesehatan harus jadi no.1. Jangan sampai tujuan ingin sehat malah jadi sakit ya…

    Reply
  17. Bersepeda memang olahraga yang menyenangkan dan murah ya, namun tentu saja saat ini harus memperharikan prokes termasuk jgn terlalu ramai krn mau sehat kan tujuannya. Selain itu penting jg nemperhatikan kondisi sepeda

    Reply

Leave a Comment