BPR Mitra Parahyangan Bantu UMKM Naik Kelas

UMKM adalah sebuah usaha yang harus didukung, baik oleh pemerintah ataupun pihak swasta. Nggak salah kalau BPR Mitra Parahyangan bantu UMKM naik kelas. Ini dikarenakan Usaha kecil dan menengah sangat bermanfaat terutama untuk masyarakat kecil yang mencoba memulai bisnis.

Beberapa waktu lalu adik ipar di Jakarta juga mengikuti pelatihan produk kemasan dan system pemasaran untuk upgrade bisnis dibidang kulinernya. Nggak hanya itu saja, ternyata banyak pendampingan usaha UMKM yang bisa dipilih oleh para pelaku usaha.

Adapun, pelatihan-pelatihan biasanya dilakukan oleh berbagai pihak dengan tujuan untuk memajukan UMKM. Sebenarnya diantara pelatihan tersebut terkadang ada yang hanya bersifat ceremonial belaka. Ketika sudah bosan UMKM ditinggalkan sehingga menjadi terbengkalai.

Namun tidak begitu dengan PT BPR Mitra Parahyangan. Pengertian Bank Perkreditan Raykat (BPR) itu sendiri adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

PT BPR Mitra Parahyangan

PT BPR Mitra Parahyangan berdiri sejak tahun dengan nama yang berbeda. Kemudian PT ini di akuisisi kepemilikan baru sejak tahun 2013. Dengan nama pemilik Bu Nani dan Pak Toni Muliadi yang kini menjabat sebagai Direktur Utama.

Adapun pengertian Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Dalam pelaksanaan kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Tugas Bank Perkreditan Rakyat yaitu menjalankan fungsi intermediasi atau perantara keuangan. Tujuan Bank Perkreditan Rakyat diantaranya mengumpulkan dana masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat. Biasanya dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya dengan tujuan mendorong kegiatan usaha masyarakat.

Eits nggak perlu khawatir ya, karena BPR aman. “BPR diawasi oleh OJK, semua produk kita sudah dilaporkan pada OJK. Bahkan produk baru juga harus diawasi oleh OJK.” Jelas Mochamad Yadi Mulyadi, dari BPR Mitra Parahyangan.

Bank Perkreditan Rakyat adalah salah satu solusi bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Sebetulnya bagaimana sih cara pendampingan usaha UMKM yang baik dan juga tepat. Berikut ini cara BPR Mitra Parahyangan Bantu UMKM.

Bank Perkreditan Rakyat
Bank Perkreditan Rakyat

Pendampingan Usaha UMKM

  1. Pelatihan dan Menyusun Planning

Setiap UMKM memang harus diberikan pelatihan tentang dasar dasar dalam berbisnis, baik tentang cara berjualan, mengemas produk, membuat katalog produk, melakukan pemasaran dan lain sebagainya.

Namun, pelatihan biasanya bersifat jangka pendek dan terkadang UMKM dibiarkan terbengkalai begitu saja. Maka dari itu, diperlukan upaya lebih lanjut yang lebih dari sekedar pelatihan.

Selain pelatihan, anda bisa saja melakukan cara cara lain seperti misalnya memberikan materi tentang model bisnis, memberikan role model dan juga strategi strategi tertentu untuk menjalankan bisnis dalam bentuk praktis. Bisa juga ditambah dengan mempelajari dan mengelola website untuk bisnis.

  1. Penjaminan Pasar

Apalah gunanya jika anda memiliki produk, namun tidak orang yang membelinya. Sebagai pendamping UMKM seharusnya anda juga memberikan solusi pinjaman praktis UMKM dan menyediakan pasar bagi para pelaku UMKM agar mereka tidak bingung ketika berjualan.

Adapun, produk dari Bank Perkreditan Rakyat bisa juga meliputi penyediaan pasar bagi para UMKM. Bisa dalam bentuk penyedian pembeli yang bisa memborong dan menjual ulang produk produk yang dibuat oleh para UMKM.

Selain itu, penjaminan pasar bisa juga dilakukan dengan cara mengadakan pasar khusus yang diselenggarakan untuk para UMKM, seperti misalnya pasar malam ataupun kegiatan kegiatan rutin tertentu.

  1. Pengendalian Resiko

Selain pelatihan dan penjaminan pasar, Bank Perkreditan Rakyat juga melakukan pendampingan. Pendampingan pasar juga perlu mengendalikan resiko resiko yang mungkin terjadi pada para pelaku UMKM.

Contohnya, misalnya peternak lele yang membutuhkan waktu beberapa bulan sampai tahap panen. Di kemudian hari panen bisa saja gagal ataupun tidak sesuai harapan karena rendahnya harga di pasar. Mematenkan nama dagang dan cek Haki merk dagang bagi pelaku bisnis.

Maka dari itu, pendamping UMKM perlu memastikan dan menjamin bahwa setiap produk nantinya akan aman dan tidak merugikan para pelaku UMKM di kemudian hari.

  1. Evaluasi Progres

Dalam bisnis, setiap pendampingan usaha UMKM perlu diberikan perencanaan dan juga evaluasi evaluasi tertentu dari bisnis yang sedang dijalankan.

Dari sisi ini, pendamping UMKM seharusnya bertindak sebagai evaluator yang mengevaluasi setiap progres atau kemajuan yang dimiliki oleh UMKM. Dengan seperti itu diharapkan nantinya pihak evaluator dan pelaku UMKM dapat mencari solusi secara bersama sama untuk meningkatkan penjualan bisnis di masa mendatang.

Masalah Pada Pendampingan UMKM

Dalam setiap pendampingan usaha UMKM, terkadang beberapa masalah muncul sehingga menyebabkan kurang maksimalnya penjualan dari pelaku jualan online maupun offline. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kurang Tersedianya Pasar

Bagaimanapun setiap produk memiliki pasarnya sendiri, produk yang laku di wilayah A belum tentu laku di wilayah B C dan seterusnya.

Inilah yang menjadi masalah terbesar UMKM, ketika mereka membuat sebuah produk, namun produk tersebut tidak ada yang membeli. Hal itu tentu saja merugikan dan membuat semangat para pelaku UMKM menjadi kendur.

  1. Pendanaan

Dalam melakukan bisnis, tentu saja anda akan membutuhkan uang untuk pemodalan. Masalah dari para UMKM juga biasanya berasal dari masalah keuangan.

Mereka kesulitan ketika akan membangun bisnis ataupun melakukan scale up pada bisnisnya. Di titik tertentu bisnis mereka terkadang menjadi bangkrut karena masalah keuangan tersebut.

Maka disanalah salah satu tugas Bank Perkreditan Rakyat untuk mengedukasi cara cepat dapat pinjaman usaha sebagai bentuk pengelolaan modal kredit konsumtif. Sebenarnya apa saja produk dari Bank Perkreditan Rakyat?

Solusi pinjaman praktis UMKM
Solusi pinjaman praktis UMKM

Produk dari Bank Perkreditan Rakyat

BPR Mitra Parahyangan yang berada di Kota Bandung terus berinovasi untuk meningkatkan layanannya. Sejak berdiri tahun 1991, BPR Mitra Parahyangan tidak pernah berhenti melayani masyarakat, khususnya para UMKM yang menjadi kekuatan ekonomi bangsa.

Produk dari Bank Perkreditan Rakyat, diantaranya tabungan, kredit, dan juga deposito. BPR adalah bank yang dikhususkan untuk mengembangkan usaha serta beberapa produk dari Mitra Parahyangan dan Bank Perkreditan Rakyat lainnya. Maka Bank ini harus menyasar demi kemajuan perekonomian rakyat.

“Pemberi pinjaman itu banyak, mulai dari yang resi sampai tidak resmi. Mulai dari kelas besar hingga kelas kecil. Saat kita membutuhkan dana pinjaman, maka bijaklah dalam memilih.” Kata Mochamad Yadi Mulyadi.

“Karena pemerintah sudah banyak memberi sosialisasi. Ada baiknya para pelaku usaha menentukan pada pemberi pinjaman yang resmi, diawasi OJK dan memberi manfaat pada usaha kita.” Tambahnya kemudian.

Sudah siap untuk mengembangkan bisnis? BPR Mitra Parahyangan bantu UMKM naik kelas!

Leave a Comment