Mengenal Fungsi dari IP Address Beserta Jenis-jenisnya

Tahukah kamu bahwa setiap perangkat komputer, laptop, atau smartphone memiliki alamat IP sendiri yang berbeda satu sama lainnya? Lantas, apa sih kira-kira fungsi dari IP Address yang sesungguhnya?

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas terkait fungsi IP Address dan jenis-jenisnya yang perlu kamu ketahui. Jika kamu seorang blogger, IP Address merupakan salah satu teknologi yang saat ini digantikan dengan nama domain agar lebih mudah dihafal dan ditemukan oleh calon pengunjung.

Fungsi dari IP Address

Secara garis besar,, Internet Protocol Address atau IP address memiliki fungsi utama sebagai alamat untuk memudahkan proses identifikasi konten yang diinginkan oleh user. Ibarat sebuah rumah, IP Address bisa dibilang sebagai nomor rumah yang memudahkan kurir pengirim paket untuk menemukan lokasi rumah kamu.

Selain itu, IP Address juga berfungsi sebagai bagian dari media komunikasi antar satu perangkat dengan perangkat komputer lain. Hal ini perlu dilakukan karena dalam sebuah jaringan komputer biasanya terdiri dari banyak perangkat yang perlu memiliki identitas unik dan berbeda agar sesuai dengan tujuannya.

Jenis-jenis IP Address yang Perlu Diketahui

Berikut ini merupakan beberapa jenis IP Address yang perlu kamu ketahui. Pasalnya, selain dibedakan dalam dua versi, IP Address juga masih dibagi lagi kedalam beberapa jenis sesuai dengan tipe penggunaannya.

1. IPv4

IPv4 atau bisa juga disebut sebagai Internet Protocol Version 4 merupakan jenis alamat IP yang sampai sekarang menempati posisi pertama dalam jumlah penggunaan. Ciri IPv4 yakni memiliki panjang 32-bit dan empat bagian yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet IPv4 sendiri berkisar antara 0-255.

Berikut ini merupakan beberapa contoh IPv4:

  • 122.0.23.154
  • 198.77.234.2
  • 01.9.102.111
  • 111.111.111.111

Sebagai alamat IP yang paling banyak digunakan, IPv4 tentu menjadi pilihan paling rasional untuk mengakomodir kebutuhan jaringan. Karena setiap perangkat pasti bisa menangani routing IPv4 tanpa menemui kendala berarti.

2. IPv6

IPv6 bisa dibilang sebagai versi peningkatan dari IPv4 yang sudah semakin sedikit versi kombinasi unik yang bisa digunakan. Kepanjangan IPv6 yakni Internet Protocol Version 6, dengan ciri utama mempunyai panjang mencapai 128-bit serta ditulis dalam rangkaian heksadesimal 16 bit alfanumerik yang dipisahkan oleh tanda titik dua.

Penasaran dengan contoh penulisan IPv6? Ini dia beberapa contohnya:

  • 4001:fv8:2121:5999:MMMM:KKKK:WWWW:PPPP
  • 4001:5HHM:8N32:GH88:A989:RR89:FG21:00JN

IPv6 digadang-gadang memiliki performa yang jauh lebih baik jika dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu keunggulan dari IPv6 adalah efisiensi routing jaringan sehingga mampu menghemat penggunaan bandwidth. Selain itu, pengguna IPv6 juta tidak perlu khawatir mengalami website down akibat serangan DDoS karena distribusi bandwidth lebih terstruktur dalam beberapa resource jaringan.

3. Private IP

Private IP merupakan jenis IP yang tidak bisa digunakan untuk mengakses internet. Penggunaan Private IP lebih ke arah komunikasi jaringan antar perangkat tertentu secara lokal. Contohnya seperti koneksi antara Bluetooth atau jaringan LAN yang ada di area perkantoran.

4. Public IP

Sesuai namanya, Public IP merupakan kebalikan dari Private IP dimana jenis IP ini tersedia dan bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan interlokal atau internet. Public IP biasanya disediakan oleh layanan Internet Service Provider (ISP) alhasil jika kamu ingin memilikinya maka harus membayar biaya berlangganan.

5. Shared IP

Para blogger maupun webmaster pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Shared IP. Pasalnya, alamat IP jenis ini biasa digunakan bersama-sama untuk menghubungkan nama domain berbeda. 

Shared IP menjadi solusi ketika pemilik website ingin berbagi resource server dengan orang lain. Nah, alamat IP tersebut nantinya menjadi rujukan bersama dimana konten dan setiap file pada website akan disimpan.

Baca juga : domain .id Murah

Jenis IP Address
Jenis IP Address

7. Dedicated IP

Pernahkah kamu menemukan website yang bisa diakses dengan alamat IP? Itulah contoh penggunaan dedicated IP yang sebenarnya, dimana pemilik website hanya menggunakan satu buah alamat IP untuk mendukung aktivitas satu website.

Dedicated IP Address berarti setiap satu buah IP hanya akan digunakan oleh satu orang. Tidak ada lagi istilah berbagi resource atau credential karena setiap resiko dan benefit yang ada akan dinikmati oleh satu orang saja.

8. IP Address Statis

Secara umum, IP address statis bisa diartikan sebagai alamat IP yang nilainya tidak berubah-ubah atau tetap. Jenis protokol ini akan memiliki identitas sama untuk memudahkan perangkat lain terhubung dengan lebih mudah dan secara konstan.

Fungsi dari IP Address statis umumnya digunakan untuk mengatur peralatan publik yang sering digunakan. Misalnya seperti printer di area perkantoran yang banyak dibutuhkan oleh karyawan. Atau perusahaan web hosting yang perlu IP Address untuk memudahkan proses propagasi memilih nama domain.

9. IP Address Dinamis

Berbeda dari IP Address statis yang nilainya tidak berubah, IP Dinamis cenderung selalu berubah dengan tujuan agar tidak mudah diakses oleh pihak yang tidak berkepentingan. Penggunaan IP Address Dinamis sendiri umumnya ada pada perusahaan internet provider, sementara itu proses penggantian IP biasanya terjadi ketika perangkat dilakukan booting ulang, atau ketika perangkat baru terhubung dengan jaringan. 

Internet Protocol Address atau IP address sejatinya adalah serangkaian huruf dan angka unik yang digunakan untuk proses identifikasi perangkat komputer dalam sebuah jaringan. Dengan mengetahui informasi di atas, diharapkan kamu semakin paham terkait fungsi IP address dan manfaatnya untuk mendukung aktivitas harian.

Fungsi dari IP Address ini sangat penting terutama ketika kita ingin memiliki website sendiri. Silahkan baca juga artikel pengalaman ngeblog dan memilih web hosting ala Kak NIken ya.

baca juga ; doran gadget distributor garmin

Leave a Comment