Tips Menghindari Pinjaman Online Ilegal

Uang di dompet tinggal 50 ribu, sedangkan bayaran sekolah anak sudah nunggak 3 bulan. Hari ini masih bisa makan, bagaimana dengan esok? Kita mungkin pernah mengalami hal yang mirip.  

Di masa pandemi seperti ini banyak orang terpaksa melakukan pinjaman dana darurat. Namun tahukah Anda bahwa kemunculan oknum pemberi “modal” yang memanfaatkan situasi pun semakin marak.

Sebut saja pinjaman online ilegal yang mengiming-imingi calon nasabahnya dengan kemudahan proses pencairan dan persyaratannya. Biasanya penawaran muncul melalui broadcast sms dari nomor yang tidak kenal.

Dengan sisa uang 50 ribu di dompet yang bikin kepepet, tentu melakukan pinjaman instan merupakan jalan mudah yang bisa diambil saat itu. Pinjaman online dianggap sebagai jalan keluar kilat bagi mereka yang membutuhkan uang dalam waktu cepat. Wuzzz….

Bisa dimaklumi, karena jangka waktu pencairan dana dari saat pengajuan memang tidak lama, hanya perlu hitungan menit uang sudah ditangan. Wow! Padahal dari nominal yang diajukan bisa jadi dengan potongan dan beban admin kita hanya mendapatkan 70%-80% dari pengajuan kita.  

Pinjaman online ilegal
Pinjaman online ilegal

Apa itu Pinjaman?

Perlu diketahui kembali bahwa pinjaman adalah suatu jenis hutang yang dapat melibatkan semua jenis benda berwujud walaupun biasanya lebih sering diidentikkan dengan pinjaman uang. Peminjam awalnya menerima sejumlah uang dari pemberi hutang yang akan dibayar kembali. 

Biasanya dalam bentuk angsuran berkala, kepada pemberi hutang. Jasa ini pastinya memerlukan sejumlah biaya tertentu yang disebut sebagai bunga terhadap hutang. Namun, pihak peminjam dapat juga memperoleh batasan-batasan yang diberikan dalam bentuk syarat pinjaman.

Angsuran Berjangka! Itu dia salah satu kemudahan yang di iming-imingkan. Apalagi saat semua serba kepepet dan mepet butuh segera. Tentunya kemudahan cicilan 12x, 24x, 36x menjadi sangat kecil dibanding dengan jumlah pinjaman yang kita ajukan.

Dengan pinjaman 10 juta dengan cicilan 12x tentunya angsuran dibawah 1 jutaan. Namun disini tentunya pihak pinjaman ilegal memberikan bunga di atas kewajaran. 3%-5% per bulan itu terlihat kecil namun jika dihitung per tahun nilainya bisa 30%-60% dari total pinjaman kita. 

Yang awalnya pinjaman hanya 10 juta di akhir masa angsuran total yang kita bayarkan bisa mencapai 14 juta hingga 16 juta. Wow mengerikan! Pinjaman online ilegal tentunya memiliki resiko besar bagi kita yang sedang benar-benar membutuhkan dana darurat untuk kepentingan yang mendesak.

Hindari Pinjaman Online Ilegal

Menghindari pinjaman online ilegal tidaklah sulit. Anda hanya perlu mengenali ciri perusahaan kredit online ilegal seperti tidak punya perusahaan resmi dan tidak memiliki aplikasi baik di IOS maupun Android. Jangan sampai Anda tergiur dengan pinjaman besar namun tak menyadari jika bunga yang ditetapkan lebih besar dari plafon pinjaman.

Beberapa tahun terakhir ini pinjaman online sedang hangat diperbincangkan. Pinjaman online dianggap sebagai jalan keluar kilat bagi mereka yang membutuhkan uang dalam waktu cepat. Maklum, jangka pencairan pinjaman online dari saat pengajuan memang tidak lama, hanya perlu hitungan menit uang sudah ditangan.

Berdasarkan peraturan pemerintah, lembaga keuangan yang ingin menawarkan pinjaman online pada masyarakat harus terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

OJK inilah yang mengatur bagaimana pola bisnis yang dijalankan lembaga pinjaman online agar tidak merugikan kedua belah pihak yakni kreditur dan debitur.

Pinjaman online ilegal punya model yang sama dengan pinjaman legal. Memiliki website, pekerja dan juga alamat kantor. Namun para praktiknya, mereka sering ingkar dengan tiba-tiba menaikkan bunga pinjaman hingga tiga kali lipat. Padahal sejak awal tidak ada dalam perjanjian.

Seringkali mereka melakukan penagihan secara kasar terhadap nasabah yang menunggak. Pinjaman di bank dan pinjaman online legal juga menggunakan jasa debt collector untuk melakukan penagihan. Namun sudah diatur oleh OJK tata cara penagihan. 

Penagihan pinjaman seperti ini seringkali suka-suka dan tanpa pemberitahuan datang ke kantor atau rumah debitur.

Jika memang akhirnya terpaksa kita harus melakukan pinjaman tentunya carilah pinjaman ke keluarga, sahabat atau orang terdekat dari kita. Dengan nama baik dan kepercayaan tentu kita akan dengan mudah menemukan orang yang dapat membantu kita. 

Namun dalam kondisi tertentu, saat keluarga, sahabat dan orang terdekat tidak dapat membantu maka pastikan anda melakukan pinjaman online cepat cair di institusi yang legal dan terdaftar di OJK. 

Hindari Pinjaman online
Hindari Pinjaman online

Cari Pinjaman Online Terbaik

Serius butuh dana darurat? Pastikan Anda mengajukan di tempat yang tepat. Salah satunya di Tunaiku. Tunaiku merupakan bagian dari PT Bank Amar Indonesia Tbk. yang menyediakan jasa layanan kredit keuangan tanpa agunan berbasis digital dengan cepat dan mudah. 

Tunaiku tidak hanya menyediakan dana untuk memenuhi kebutuhan tetapi juga menawarkan kenyamanan dalam mengatur keuangan dengan cicilan ringan. Menurut informasi yang Kak Niken dapatkan, Tunaiku merupakan salah satu pinjaman online terbaik. 

Mengusung konsep pinjaman digital dan memanfaatkan teknologi canggih dalam melaksanakan bisnisnya. Proses peminjaman termasuk di dalamnya mengolah data, menganalisis, dan memproses pinjaman hanya dalam waktu 24 jam. 

Inovasi yang Tunaiku lakukan terus berakar pada kebutuhan nasabah dan komitmen terhadap standar yang sangat tinggi. Berdiri di garis depan agenda inklusi keuangan, Tunaiku bertujuan untuk membawa senyum pada 200 juta wajah di tahun 2025. 

Jika Anda sudah menemukan aplikasi pinjaman online yang tepat dan paham cara menghindari praktik pinjaman online ilegal, maka bijaklah untuk mengatur dana darurat. Pastikan lagi apakah termasuk kebutuhan atau sekadar keinginan semata? 

Jangan sampai uang 50 ribu bisa ber anak pinak tapi justru membuat kita makin sengsara. Selamat mengatur keuangan!

21 thoughts on “Tips Menghindari Pinjaman Online Ilegal”

  1. Harus cari tau benar-benar cara dan resikonya kalau mau pinjol ya kak. Soalnya bukannya untung, eh malah buntung. Harus cari yang kredibel dan di bawah pengawasan OJK untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

    Reply
  2. Iyaa ni, semakin banyak kebutuhan yaa kedepan. Dibarengi juga mulai banyak jasa pinjaman online bermunculan, ini kita harus cerdas nih harus selektif jangan sampai salah milih fintech

    Reply
  3. Jadi, punya aplikasi khusus menjadi penanda kalau perusahaan peminjaman ini ilegal ya.

    Banyak soalnya yang suka kirim SMS blass peminjaman begini dan malah terkesan bahaya alih alih memberi kemudahan.

    Reply
  4. Sekarang banyak bermunculan penyedia jasa pinjaman, ya. Kalo ga hati-hati, bisa jadi kita minjam cuma 50 rb tapi yang dibayar malah 200 ribu. Ga banget, kan? Teliti dan cari tau itu penting bangetttt.. makasih infonya mbakk

    Reply
  5. Iya lho. Sekarang makin banyak penawaran pinjaman-pinjaman online begitu. Semoga nggak tergiur sama yang namanya ilegal dah ah. Suka serem bayanginnya.

    Reply
  6. Bila sudah bertemu pinjaman online kudu bijak juga minjemnya, dan pastikan mampu untuk mencicil, jadi tenang menggunakannya.

    Reply
  7. Di era serba digital, penipuan semakin marak. Ditambah pandemic, banyak penjahat yang memanfaatkan situasi ini, salah satunya pinjol ilegal ini. Gak mikirin nasib orang lain ya ni pinjol. Cuma mau enaknya aja.

    Pinjol yang terdaftar di OJK aja sebaiknya kita hindari ya, apalagi yang ilegal gini, huufh

    Reply
  8. haduh, pinjol yang ilegal dan ga diawasi ojk emang serem banget ya mbaaa.. Biasanya semacam lintah darat go online ajaaa.. huhuhu

    Reply
  9. Kayaknya, ngga ada orang yang mau berurusan dengan urusan utang. Tapi, namanya hidup, semua orang pasti pernah mengalami kepepet ya. Nah, pinjol ini bisa jadi solusi bagi yang bener2 membutuhkan. Meski tetep harus hati2 n bijak dalam praktiknya.

    Reply
  10. Sekarang mendapatkan pinjaman dari aplikasi pinjol itu udah mudah banget ya, tapi kalau yang nggak hati2 tergiur dan asal pilih pasti beresiko juga. Berutang di pinjol bener disarankan kalau butuh sekali dan juga tentunya pilih yang terpercaya

    Reply
  11. Betul banget, pastikan memilih pinjaman online yang legal. Alasannya karena sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan. Kalau pakai pinjaman online yang ilegal, wah bisa terjadi banyak hal. Misalnya saja mengenai pemanfaatan data pribadi. Ngeri banget ya.

    Reply
  12. Iya nih, meski kepepet, sebaiknya hindari pinjol apalagi yg gak jelas alias ilegal. Aku sih diwanti-wanti suami supaya jangan sampai berutang apalagi yg berbunga gitu. Serem resikonya

    Reply
  13. Huihihihi.. sering nih dapat sms “bapak/ibu butuh dana segar?” ya butuh laaahh, wkwkwkwk.
    Duh mudah-mudahaan nggak pernah sampe kejebak sama pinjol deh, ribet ke belakangnya huhu.

    Reply
  14. kalau aku lebih milih menghindari pinjol sih kalau bisa, skrg ngeri bgt kak, emamg harus pinter2 klo emang kepepet ke pinjol itu

    Reply

Leave a Comment