Manfaat Stimulasi Motorik Halus Dalam Praktek Kehidupan Sehari-Hari

Stimulasi motorik halus dan motorik kasar mengambil peran penting dalam kehidupan. Pada artikel sebelumnya aku pernah cerita tentang dominasi aktivitas motorik kasar yang dilakukan Kakak Kalila, anak pertamaku. Tentu tahap pertumbuhan tersebut membuat kami kagum.

Pertumbuhan fisik dan kekuatannya bertambah seiring dengan meningkatnya kecerdasan lainnya. Dari segi usia, tampak pekembangan motorik kasarnya cukup mendominasi. Memiliki kemampuan olah tubuh yang baik dan terstruktur.

Jadi ingat perkataan salah seorang teman, “Bisa jadi anak yang perkembangan motorik kasarnya baik, namun tidak begitu pada motorik halusnya.”

Hmm… tentu kalimat tersebut cukup mengganggu. Membayangkan jika suatu saat seoang anak akan tumbuh dengan mengedepankan fisik yang tak terkontrol. Tentu hal tersebut kurang baik. Memahami hal itu, kita dapat mengambil langkah untuk memberi stimulus pada perkembangan motorik halusnya.

Berbekal ilmu yang pernah di pelajari semasa gadis ditambah mencari informasi dengan berselancar di dunia maya, Kak Niken menemukan pada beberapa metode belajar yang menyenangkan. Metode sentra atau yang lebih dikenal dengan BCCT (Beyond Center Circle Time) dan Montessori.

Dari dua metode pendidikan diatas, Kak Niken mulai rajin memberi stimulus pada saat Kakak Kalila berusia sekitar satu setengah tahun. Mungkin saat itu terbilang terlambat. Namun, yakin kalau proses tak akan menghianati hasil. Eaaa….

Baca juga: Kenalan dengan Montessori

Perbedaan motorik kasar dan halus
Perbedaan motorik kasar dan halus

Perkembangan Motorik Pada Anak

Bicara soal perkembangan motorik kasar tentu terkait dengan pengendalian gerak tubuh yang terkoordinasi antara susunan syaraf, otot, otak dan spinal cord. Sedangkan motorik halus berhubungan dengan gerak otot kecil seperti jari-jemari tangan yang juga berhubungan  dengan otak.

Kita akan membahas soal perkembangan motorik halus anak yang dimulai saat tubuhnya lebih stabil ketika bergerak. Sehingga kemampuan sosial dan kognitifnya ikut berkembang. Kita bisa melihat saat anak menggunakan anggota tubuhnya untuk melakukan beberapa kegiatan.

Seperti halnya ketika anak belajar menggunakan tangannya dengan baik untuk mengontrol objek. Sehingga mampu dilakukan secara mandiri, seperti saat makan dan berpakaian.

stimulasi motorik halus
stimulasi motorik halus

Contoh Stimulasi Motorik Halus

Mengasah keterampilan motorik halus Kak Niken kaitkan dengan praktek kehidupan sehari-hari atau lebih dikenal dengan nama practical life skills. Dalam Montessori, area praktek kehidupan sehari-hari menempati posisi awal dalam pembelajaran.

Kak Niken tentu sangat exciting dengan penerapan praktek kehidupan sehari-hari. Kenapa?

Suatu hari saat Kakak Kalila berusia 2 tahun, Kak Niken izinkan dia mengambil minumnya sendiri, menggunakan gelas pecah belah. Deg-degan? tentu saja. Tapi memberi kepercayaan pada anak untuk menggunakan barang di rumah seperti yang biasanya digunakan oleh orang dewasa tentu lebih penting.

Terdapat beberapa contoh stimulasi motorik halus yang sederhana dan bisa dilakukan, seperti: menuang air, menyendok kacang, meronce, mengulek, memakai baju dan lainnya. Itu memberikan peluang anak-anak untuk bisa eksplore dunia yang lebih luas.

Baca juga: Bikin mainan unik murah meriah

Manfaat Stimulasi Motorik Halus

  1. Menguatkan jari sebagai persiapan menulis

Nggak dipungkiri bahwa keinginan orang tua yaitu agar anaknya bisa membaca dan menulis. Perhatikan aja saat anak kita menginjak usia 1 tahun, mereka berusaha mencoret-coret apa yang ada di sekitarnya.

Ahh… rasanya jadi ingat beberapa tahun silam, salah satu dinding ruang tengah kami penuh dengan coretan abstrak anak. Sengaja merelakan salah satu sudut itu untuk digunakannya.

Dari contoh stimulasi motorik halus seperti kegiatan corat-coret itu menandakan anak tertarik pada kegiatan menulis. Tetapi, anak akan mogok menulis saat ia tidak melalui proses yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Untuk persiapan menulis Kakak Kalila, kami melakukan beragam kegiatan menuang, menyendok, menjepit, meronce dan lainnya.

Kegiatan praktek kehidupan sehai-hari merupakan kegiatan yang dapat menstimulasi dan menguatkan ketiga jari dan pergelangan tangannya. Sehingga jika sudah cukup kuat maka anak akan suka untuk menulis.

  1. Memperpanjang rentang konsentrasi

Ini dia yang kebanyakan dilakukan oleh anak-anak. Observasi lingkungannya. Setelah tahap observasi selesai dan terpuaskan, anak akan mulai tahap pemahaman tentang cara kerja suatu hal.

Untuk sampai ke tahap observasi diperlukan rentang konsentrasi yang cukup. Karena kemampuan konsentrasi anak tergantung pada usia, kita bisa terus memberinya stimulasi. Dengan kegiatan praktek kehidupan sehari-hari yang berproses.

  1. Melatih kemandirian dan membentuk citra diri positif

Bagaimana caranya kegiatan menuang, meronce, menyendok bisa membentuk citra diri yang positif?

Saat kita mengajari anak melakukan sesuatu kemudian memberinya kesempatan untuk melakukannya maka kita sednag menanamkan kepercayaan dirinya. Bahwa ia mampu melakukan sesuatu untuk membantu dirinya sendiri.

  1. Melatih Koordinasi Mata dan Tangan

Untuk dapat duduk dengan tenang, otot anak perlu mendapat stimulasi yang cukup. Untuk dapat memegang alat tulis dan menggerakkannya dengan mantap dan memberi tekanan yang pas, jemari dan pergelangan tangan perlu dikuatkan.

Manfaat stimulasi motorik halus yang diasah dalam praktek kehidupan sehari-hari bisa juga terjadi saat anak berusaha memindahkan sesuatu, menyuap makanan dan lainnya.  Itulah yang dilatih untuk mengkoordinasikan mata dan tangannya dengan baik.

motorik halus pada anak
Practical life skills, motorik halus pada anak

Disitulah peran orang dewasa untuk memberikan stimulasi motorik halus terkait praktek kehidupan sehari-hari. Jangan lupa bahwa kemampuan motorik yang berkembang optimal di usia dini dapat memengaruhi kondisi tumbuh kembangnya di masa dewasa.

Yuk sharing, apa saja kegiatan practical life skills mu hari ini?

11 thoughts on “Manfaat Stimulasi Motorik Halus Dalam Praktek Kehidupan Sehari-Hari”

  1. Aku kayanya harus banyak melatih motorik halus anak-anak deh. Ternyata berpengaruh pada tumbuh kembang saat dewasa ya. Aku coba deh. Makasih kak Niken

    Reply
  2. Sepakat soal pentingnya menstimulasi motoriknya halus maupun kasar, Mbak Niken. Aku sudah mulai sejak Cham usia 3 bulan. Sekarang lagi di memperbanyak frekuensi practical life termasuk menggunting dan memotong. Btw itu memotong lakai pisau beneran atau gimana Mbak?

    Reply

Leave a Comment