Mengenali pendidikan formal dan non formal

Pendidikan formal dan non formal masih menjadi pembahasan yang menarik untuk dikaji dalam setiap kesempatan. Apa yang terjadi di dalam sistem pendidikan kita sekarang, dengan apa yang seharusnya terwujud pada kenyataannya tidak sesuai, terlalu bias praktek pendidikan kita dengan sasarannya selama ini menjadi faktor yang biasa terjadi.

Padahal secara gambaran umum, sudah mulia tujuan pendidikan kita; menjadi insan yang sehat dan cerdas, baik secara fisik maupun mentalnya. Sederhananya, pendidikan diharap akan menjadikan masyarakat berdaya, bertenaga, dan bersemangat dalam menghadapi persaingan global yang memaksa kita harus mau untuk menghadapinya segera. Terutama jika peserta didik sudah memiliki rencana untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Seperti universitas terbaik di Malang, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta atau kota lainnya.

Secara gambaran besar pola pendidikan dengan memfokuskan pada pendidikan keluarga dan masyarakat bisa dijadikan pertimbangan dalam memenuhi kekurangan aspek pendidikan formal. Karena secara nyata praktek dilapangan, kesuksesan pembelajaran formal sangat dipengaruhi oleh faktor keluarga dan masyarakatnya yang menjadi contoh pendidikan informal sebagai lingkungan pendidikan yang pertama kali.

Namun dalam kenyataannya, aspek pendidikan keluarga dan masyarakat masih belum mendapatkan perhatian yang serius dari kita semua, akhirnya menjadikan program pendidikan formal dengan nonformal-informal bukan saling menguatkan, melainkan saling mementahkan dan merobohkan.

Untuk lebih memahami antara pendidikan formal dan non formal, sedikit ulasan tentang maksud keduanya secara rinci sebagai berikut:

Pendidikan Formal

Pendidikan formal, biasanya jalur pendidikan ini pastinya sudah familiar di telinga orang Indonesia, yaitu pendidikan yang diselenggarakan secara berjenjang, terstruktur dan sangat jelas. Banyak yang melirik pendidikan secara formal ini, karena lulusan pendidikan formal sudah diakui baik dalam skala nasional maupun internasional. Secara nggak langsunge mampu menjadi peserta didik berprestasi.

Sebagai contoh pendidikan formal seperti sekolah pada umumnya yang memiliki tingkat pendidikan yakni tingkat SD, SMP dan SMA, Diploma, dan Strata baik satu dua atau tiga.

Beberapa ciri yang dapat kalian pahami juga dalam pendidikan formal, antara lain yaitu :

  • Tenaga pengajar telah terkualifikasi
  • Kurikulum sudah jelas ditetapkan dan terstandar secara nasional maupun internasional
  • Terdapat peraturan tertentu bagi pelajar dan pengajar yang harus ditaati
  • Penyelenggaraan pendidikan secara umum dari pemerintah dan swasta, peserta didik diharuskan mengikuti ujian di setiap jenjang
  • Administrasi yang diterapkan cenderung sama, dan yang paling utama yakni ijazah dan dokumen lainnya sebagai tanda kelulusan sangat penting untuk menerima peserta didik dalam mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pendidikan formal sedikit oleng ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Namun, berbagai cara ditempuh oleh berbagai unsur pendidikan agar siswa tetap belajar sebagaimana mestinya dengan keterbatasan teknologi dan tatap muka yang ada.

Guru dan perangkat pendidikan belajar sekuat tenaga untuk menyediakan pembelajaran online yang baik, mempelajari aplikasi membuat video pembelajaran agar anak didik tetap merasakan belajar di kelas sebagaimana sebelum pandemi melanda.

Pendidikan Non Formal

Lain lagi dengan pendidikan non formal, pendidikan non formal dapat dijabarkan sebagai pendidikan yang terselenggara di luar lingkungan pendidikan formal. Biasanya dengan menerapkan sistem pelaksanaan secara berjenjang dan terstruktur seperti pendidikan formal, tapi lebih fleksibel.

Pendidikan non formal sebenarnya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih khusus dan spesifik. Contoh pendidikan non formal yang jamak kita temui yakni pendidikan alquran/taman pendidikan quran (TPQ), kursus-kursus seperti kursus desain yang belajar bagaimana membuat gambar guru sedang mengajar, kursus komputer, kursus memasak, kursus tatarias, dll.

Beberapa karakter yang dapat diramu sebagai ciri pendidikan ini yakni :

  • Tenaga pendidik kebanyakan adalah fasilitator, sehingga tidak menggurui dalam pengajarannya. Sedangkan, hubungan antara pendidik dan peserta didik dibuat informal sehingga lebih akrab, waktu yang dimiliki dalam penyelenggaraan singkat dan tidak ada berkesinambungan
  • Kurikulum yang digunakan bersifat fleksibel, dapat ditentukan sesuai tujuan peserta didik, dan biasanya dapat dirundingkan dengan terbuka
  • Lebih menekankan pada usaha belajar peserta didik yang biasanya lembaga non formal meminta peserta didik untuk belajar mandiri, sehingga harus memiliki inisiatif dan kontrol dalam kegiatan belajar
  • Menggunakan sumber-sumber dari lokal yang digunakan secara optimal dan yang paling utama ijazah, sertifikat, atau dokumen lainnya hanya bersifat pendukung.

Dengan mengenali pendidikan formal dan non formal diatas maka peserta didik menjadi lebih terbuka dan bebas untuk memilih jenjang pendidikan lanjutan. Sehingga mereka bisa berprestasi di tingkat pendidikan yang dipilih.Seperti  contohnya prestasi Gunadarma yang cukup membanggakan.

1 thought on “Mengenali pendidikan formal dan non formal”

  1. Pandemi membuat pendidikan formal agak oleng di awal yah tapi membuka kesempatan pendidikan berbagai bentuk. Lebih fleksibel sekarang ini dengan banyak pilihan kelas.

    Reply

Leave a Comment