Pelukan Malam Untuk Seorang Anak

Pelukan malam — Apa maksudnya? Kadang kita butuh berbicara dari hati. Tanpa banyak kata terucap. Hanya pelukan sarat makna. Seperti apa? 
Tahukah kamu bahwa sentuhan memiliki manfaat yang tak terduga bagimu Moms? Pelukan dipercaya bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan.
Tidak hanya pelukan, Moms juga dapat menerima dan memberikan bentuk afeksi lainnya yang sama hebatnya dengan pelukan. Bahasa cinta, contohnya. Tapi kali ini kak Niken akan membahas suatu kejadian yang kami alami beberapa tahun silam.
Pelukan Malam
Gambar Menunjukkan Sisi Emosi
Siang hingga malam itu, sikap kakak Kal menjadi tak beraturan. Beberapa kali marah-marah hanya karena hal sepele. Yang kak Niken lihat memang mencari perhatian.
Tapi sejak awal kak Niken bertekad untuk melakukan komunikasi produktif dengannya. Saya pun harus selalu bisa berpikir dan bertindak dengan “tenang”. Karena sayalah orang dewasanya. Maka bukan saya yang akan ketarik oleh energi kakak Kal, melainkan saya harus menarik energi kk Kal menjadi positif.
Sampai puncaknya malam itu, kakak Kal berteriak sekali. Yang kedua kali lalu meloncat di kasur dengan rasa kesal dan ngoceh-ngoceh. Saya tahu, dia sedang mencari perhatian lebih.
Padahal sejak tadi pun saya menanggapi dengan nada suara rendah, tanpa melengking marah-marah atau dengan mimik wajah menyeramkan. Menguji kesabaran sekaliiiii ya kaannn.
Akhirnya, setelah diam beberapa detik dengan hanya melihat kakak Kal meloncat-loncat kasur, saya bicara pada ayahnya. Untuk mengajak adik Kay pergi keluar. Main diteras rumah.
Sehingga saya punya kesempatan berdua kakak Kal untuk bicara lebih baik lagi. Kak Niken tawarkan untuk memangku dan memeluknya. Awalnya menolak, akhirnya mau juga. Sambil bertanya, “Kakak kenapa?”
“Habisnya bunda sama ayah.. Bla…bla..bla….” ujarnya meluapkan emosi sambil tetap saya peluk.
“Oh… Ok. Kakak Kal tahu kan kalau bunda, ayah dan adik itu sayang kakak Kal?”
“Iya. Tapi adik…. Bla…bla…bla…..”
Saya diam sejenak, sampai kakak Kal menyelesaikan apa yang ingin dia ucapkan, sambil tetap saya peluk.
“Kalau begitu, daripada kakak kesal, kita coba menggambar yuk. Kaka Kal ceritakan ke bunda melalui gambar. Apa aja si yang tadi dilakukan disekolah saat diruang montessori?”
“Iya. Mau bunda. Tolong ambilkan bukunya ya?” pintanya.
Setelah itu dia asik bercerita sambil menggambar di bukunya. Afeksi juga bisa meningkatkan bonding atau attachment. Antara ibu dengan suami, atau ibu dengan anak. Tetapi harus tepat, sehingga kita perlu tahu apa bahasa cinta pasangan dan anak.
Malam itu kakak Kal tidur dalam pelukan malam yang indah bersamaku. Dengan mengetahui bahasa cinta yang tepat, maka pengungkapan bahasa cinta bisa lebih mudah diterima. Juga ditangkap oleh pasangan dan anak-anak, serta lebih mudah dirasakan.

Leave a Comment