Kronologi Penipuan Berkedok Endorse Brand Fashion Ternama di Indonesia

“Mom maaf oot, ada yang korban Elzatta, Giordano, Batik Semar yang lagi heboh itu?”
“Siapa disini yang ikutan campaign endorse baju?”
“Maaf mau tanya, adakah mama yang kena kasus penipuan reimburs produk baju yang lagi happening ini?”
“Gimana ceritanya kok bisa kena penipuan berkedok endorse?”

Dan…. sederet pertanyaan lainnya di beberapa whatsapp group atau media sosial.   

Sebagian teman-teman blogger, nano maupun mikro influencer mungkin sudah membaca berita yang sedang viral belakangan ini. Adanya indikasi kasus tipu menipu berkedok endorse senilai lebih dari 4,5 Milyar. 

Setelah terkuak lebih dalam, ratusan orang yang menjadi korban kena tipu dibalik sistem reimburs berkedok endorsement mulai speak up. Sehingga mereka ramai-ramai mengangkat ceritanya melalui media sosial Facebook, Instagram, bahkan Twitter. 

Pada hari Jumat, 16 September 2022, sebagian besar korban dan simpatisan ramai-ramai menggunakan hastag #IbuArtisNNPenipu. Akhirnya menjadi trending topic twitter. Menduduki posisi 4 teratas.  

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Please Be Empathy!

Sudah jatuh tertimpa tangga, masuk selokan pula! Kalimat tersebut cukup tepat untuk dilontarkan pada diri ini. Sambil menertawakan kebodohan saya. Uang jutaan rupiah melayang.

Kali ini saya menjadi korban kehilangan uang mencapai 8 juta rupiah. Karena iming-iming endorse oleh oknum yang mengatasnamakan brand fashion muslim ternama di Indonesia. 

Apakah karena kurang sedekah? Atau ada harta yang memang harus dikeluarkan namun belum terlaksana? Ah… rasanya sedih berlipat-lipat. 

Apapun itu, disatu sisi saya sebagai korban hanya mau bilang, “Please be empathy.” Why? Karena banyak juga orang atau teman di lingkungan kami yang bukan korban, berkomentar: 

“Untung saya tidak tergoda, tepatnya gak punya uang.”
“Hikmah duit pas-pasan.”
“Untung gak jadi ikutan, karena bajunya gak ada yang cocok.”
“Kok bisa sih? Emangnya gak ada mou-nya?”
“Pelajaran banget supaya kita nggak silau karena punya uang banyak.”

Mungkin mereka hanya ingin menunjukkan rasa empati pada korban. Namun disatu sisi, bisa jadi membuat para korban “merasa seperti orang bodoh.” 

Yuk, nggak perlu membuat mental kami lebih jatuh lebih dalam sebagai salah satu korban. Bantu kami yuk!

Disini, saya akan bercerita sebagai salah satu korban penipuan. Akibat iming-iming produk busana muslim ternama karena “aman dan pasti reimburs” oleh salah seorang Duta atau PIC campaign tersebut yang bernama Euis Sri Nurhasanah.  

Elzatta viral karena suntikan dana
Elzatta viral karena suntikan dana

Kronologi Penipuan Berkedok Endorse

Supaya nggak simpang siur, mari coba beberkan kronologi penipuan yang kami alami. Menurut kalimat yang dituliskan oleh Duta Isrinur atau Euis di whatsapp group Duta Selling 2 HB Is…. “Jadi ini adalah campaign gabungan beberapa outlet Elzatta yang bertujuan untuk menaikkan omset penjualan. Ini bukan campaign Elzatta Pusat.”

Kucuran Dana 300 Milyar dan Program Menaikkan Omset Penjualan

Sebenarnya banyak teman-teman yang bertanya, “Apakah Elzatta nggak rugi, dengan sistem reimburse ini?”

Menurut Duta I, Elzatta per Februari 2022 lalu baru saja mendapat suntikan dana sebesar 300 milyar. Tetapi PR-nya adalah harus menaikkan omset penjualan. Agar brand pakaian muslim ini bisa Go International.

Menurut keterangan melalui chat Duta I di grup Duta Selling 2 HB is….. (mungkin juga sama dengan Duta lainnya yang ada di whatsapp grup sebelah), “Dan langkah ini sebenarnya trik market intern kmi dr jcm, tapi skrg jd bnyk yg ikutan jg dr Magelang, Pati, Solo, Pemalang, Pekalongan, Kudus.”

Dana milyaran yang akan diperoleh oleh brand, akan dibagikan ke tiap outlet store yang penjualannya bagus. Nah, rencana kucuran dana dari Elz pusat ini yang akan dipakai untuk reimburs nanti. 

Hmm…. gimana menurut kalian para pembaca? Masih cukup masuk akal kan? Apalagi ada artikel di berita-berita online mengenai kucuran dana 300 milyar tersebut. 

Perekrutan Talent 

Seperti proses rekrutmen pada umumnya. Perwakilan Duta merekrut talent yang akan diajak kerjasama endorse. Karena infonya reimburse H+30 dari tanggal posting. Hari kerja (sabtu, minggu, libur nggak dihitung). 

  • Masuk wag 13 Juni 2022

Sebenarnya sudah beberapa kali melihat ada yang share info job tersebut di beberapa grup dan media sosial. Aku hanya membaca sekilas saja. Hingga suatu hari ada teman berinisial I yang share info di whatsapp grup blogger. Akhirnya kepincut juga untuk join

Serius deh, nggak pernah terpikir akan terjadi penipuan berkedok endorsement

Why? Karena yang share kan teman blogger yang sudah kenal (walau nggak akrab banget). Apalagi ketika membaca tulisan nama brand Elz dalam proses rekrutmen sebagai brand fashion muslim ternama di Indonesia. Saya dan beberapa teman blogger jadi tergiur. 

Kami sebagai talent tentunya sudah membaca ketentuan kerjasama tersebut (antara Duta dengan Talent). Mulai dari tugas dan tanggungjawab, cara order, sistem reimburse hingga berapa fee yang akan didapatkan. 

Memang, saat itu tidak ada MOU antara kami sebagai talent dan Duta sebagai PIC Campaign tersebut. Ah mungkin disitulah bodohnya saya yang kurang teliti. Karena disatu sisi pihak Duta juga berhasil meyakinkan kami bahwa campaign ini sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan proses reimburs “aman”.  

Endorse 3 brand besar dibawah Yeni Aliviawati
Talent penipuan berkedok endorse 3 brand besar
  • Proses Order Hingga Posting

Pertama kali melihat-lihat katalog dan gambar-gambar yang di share oleh Duta I di whatsapp group, tak ada kecurigaan sama sekali. Kemudian DUta I melontarkan kalimat bahwa, “Campaign dipercepat…. Periode order 15-20 Juni 2022.”

Dari situ, Duta memang mengatakan untuk kami segera order. Kata Duta I, “Biar cepat pengiriman, cepat beres, sepat reimburse.” Ya… namanya juga lihat foto-foto produk Elzatta sebagai salah satu icon busana muslim ternama di Indonesia, maka kami berbondong-bondong melakukan pemesanan. 

Pemesanan dilakukan. Harga gamis di store Elz aslinya kisaran 200-400 ribu. Namun untuk campaign ini, apapun model gamisnya kami sebagai talent wajib membayar 500 ribu. Nantinya akan mendapatkan 1 item gamis dan 1 item hijab yang dipilihkan dari store). 

Beberapa mendapatkan produk sesuai pesanan, ada juga yang mendapatkan produk pengganti karena alasannya barang habis. Untuk yang mendapatkan barang pengganti, mungkin akan sedikit kecewa. 

Karena tidak sesuai dengan keinginan awal. Namun, semua kembali lagi karena campaign ini “aman dan pasti reimburs”. Jadi kami berpikir, ya sudah nanti kan di reimburs! Apalagi ada iming-iming hadiah dengan nominal belanja tertentu. 

Ketika barang pesanan datang, kami foto produk untuk 2 IG feed foto. Disini, kami sebagai talent sudah melakukan kewajiban: Foto produk berjumlah 4 slide (untuk gamis dan tunik), item lainnya disesuaikan. 

Menyetorkan draft foto untuk mendapatkan ACC agar bisa naik tayang di instagram kami masing-masing. Saat itu proses dari pembayaran pesanan, menunggu resi pengiriman, kirim produk hingga ACC foto membutuhkan waktu sekitar 3 minggu hingga 1 bulan lebih. Uwoww…. Lama juga sih ya.

  • Gebyar Hadiah

Mendekati penutupan order, ada program gebyar hadiah pembelanjaan. Menurut informasi dari Duta I, program ini merupakan program terakhir campaign Elzatta. Dengan ketentuan:

Belanja minimal 2 juta akan dapat scarf atau sarung, untuk 3 juta keatas dapat tas cantik, dan seterusnya hingga yang belanja 15 juta ke atas akan mendapatkan IPh7+ dan hampers Elzatta atau uang tunai cashback 1.5 juta rupiah. 

Uwowww….. Menggiurkan juga kan? Siapa sih yang nggak tergiur dengan hadiah? Apa saya aja kali ya yang mudah tergiur? Wkwkwk. Belanja lagi dan lagi supaya bisa dapat hadiah. 

Closing order 20 Juni. Ternyata…. Hari Minggu, 26 Juni 2022 open order lagi sampai 28 Juni 2022. Lalu 30 Juni 2022, ada lagi share barang dari Pati dan lainnya. Hiksss… haha.

Ehh… tanggal 30 Juni 2022 buka campaign dengan produk Batik Semar. Katanya sih untuk dongkrak penjualan outlet store Batik Semar di Jogja City Mall dan Sleman City Hall. Dengan sistem payment hingga reimburs yang sama. 

Mulai Tercium Kejanggalan Penipuan Berkedok Endorse

Harapan kami, untuk campaign Duta Selling 2 HB Is sudah beres bayaran semua. Menurut Duta I, proses payment untuk grup pertama cukup lancar. 

Kamis, 7 Juli 2022, seorang kurir datang kerumah. Kebetulan kami sekeluarga sedang tidak ada dirumah. Paket dari Elzatta dititipkan pada tetangga kami, seorang bapak tua yang tiba-tiba kebingungan. Karena kurir menagih ongkos kirim padanya. 

Bukti chat campaign berkedok reimbursment
Bukti chat campaign berkedok reimbursment

Lalu kurir menelpon saya dan menagih ongkos kirim. Helowww….. Kaget dong! Lha kok ongkos kirim hadiah dari Elzatta saya tanggung?

Langsung info di grup dan bertanya pada Duta I, apakah benar ongkir kami yang tanggung? 

Jawaban Duta I, “Yang hadiah pada diminta ongkir ya?” Lah,  Duta kok malah balik bertanya ^_^
“Aku pernah dapat hadiah scraft diminta ongkir juga soalnya.”
“Iya ternyata memang COD.”

Hmm…. jawabannya tak menyelesaikan masalah kebingungan kami di grup tersebut. 

Hingga pada Sabtu, 16 Juli 2022, salah seorang talent bernama Leyla Imtichanah meneruskan pesan yang didapatnya dari Elzatta Pekalongan. Intinya kalau paket yang diterima Leyla atas pesanan dari ibu Yeni Aliviawati sebagai agen Elzatta Pekalongan. 

Yeni meminta dikirimkan barang sesuai pesanan untuk customer-customernya (yang dimaksud disini yaitu kami sebagai talent). 

Bagaimana tanggapan Duta? 

Duta I mengatakan dalam chatnya pada kami di grup, “Iya nih. Talent HB lain juga di japri gitu.” Leyla bertanya kembali untuk memastikan, “Aman gak nih mbak?”. Dijawab, “Gpp”, oleh Duta I. 

Dari situ, beberapa talent sudah mulai bertanya-tanya mengenai keamanan campaign ini. Duta kami selalu meyakinkan aman dan jangan di respon hal-hal yang terkait perbedaan pendapat diluar sana. 

Penundaan Dana Reimburse

Jadwal reimburs sejak awal dijanjikan awalnya H+30 setelah kami posting foto di Instagram. Pada Sabtu, 16 Juli 2022, tabel jadwal reimburs dikirimkan oleh Duta I. Disitu memang benar tertera, kurang lebih H+30 sejak posting dan laporan. 

Aman lah ya, jadwal dana kami akan kembali sudah bisa kami prediksikan kapan waktunya.

Eh….  ternyata Sabtu, 23 Juli 2022, kami diinfokan jadwal reimburs terbaru yang katanya di ACC klien. Untuk yang posting setelah pertengahan Juni, mendapat jadwal reimburs mencapai H+60 hari dong!

Duta I selalu meyakinkan kami, “Anggap saja tabungan.” Mbak Eni Martini pun berkali-kali sempat menanyakan hitungan jadwal reimburs yang makin membingungkan kami. Pihak Duta hanya bisa mengatakan, nanti keluhan dari talent akan disampaikan kepada grup admin, dan lainnya. Ah…. sebenarnya dari sini mulai kusut sih mengenai jadwal penggantian dana talent.  

Eh… Rabu, 10 Agustus 2022, buka lagi campaign Giordano Moving Forward Special Independent Day. Haiyaaa……. 

Hari itu juga, saya bertanya mengenai jadwal reimburs milik saya yang tinggal beberapa hari lagi bisa dapat pengembalian dana. Kata Duta I, “Baru grup satu yang udah. Grup ini baru ada yang post 23 Juni. Bentar lagi cair.”

Terasa ada angin segar bukan? 

Memang saat jadwal reimburs pertama saya tiba, akhirnya dapat uang reimburs. Alhamdulillah. Walau baru untuk 1 item. Hahaha… ketawa miris. 

Trending Topic #IbuArtisNNPenipu
Trending Topic #IbuArtisNNPenipu

Penipuan Mengatasnamakan Brand Fashion Ternama di Indonesia   

Kemudian pada Rabu, 24 Agustus 2022 dibuka lagi campaign Busana Muslim Sistem Reimburse. New Campaign Elz Bandung. 

Dari situ, Leyla Imtichanah bertanya, “Kalau Bandung beda ya yang megangnya?”. Duta I menjawab, “Iya beda sama yang sebelum-sebelumnya.”

Baca juga: Inilah Model Hijab ZALORA Terbaru untuk Lebaran

Karena katanya beda, maka saya pun ikut masuk dong ke grup Elz Bandung. Melakukan pemesanan hingga tutup order pada Senin, 5 September. Membeli sekitar 10 item pakaian dengan maksud ingin dibagi-bagi ke saudara. Dari 10 item orderan, hanya 2 yang datang. 

Beberapa hari sebelum 5 September 2022, ternyata tersiar kabar kurang menyenangkan mengenai penipuan berkedok endorse brand fashion ternama di Indonesia. Dugaan penipuan dilakukan oleh oknum bernama Yeni Aliviawati, perempuan berusia sekitar 40 tahun. 

Menurut beberapa informasi yang tersebar di berbagai whatsapp group, Yeni merupakan salah satu orang yang menjadi ujung tombak penanggung jawab campaign 3 brand besar ini. 

Hingga mencuatnya postingan instagram milik Inda Vlaris, salah satu influencer yang beredar sejak 4 September 2022. Dalam tulisan di akun instagramnya, Inda mengungkapkan pengalamannya terkena penipuan berkedok endorse yang membawa nama brand Elzatta Hijab. 

Duta/PIC Menutupi Fakta di Lapangan

Anehnya, para Duta dan PJ masih menutupi fakta dilapangan. Masih bilang campaign ini aman dan tujuannya untuk membantu menaikkan omset toko. Duta juga nggak hanya ada satu. Ada banyak Duta di whatsapp group berbeda. 

Hingga Senin, 12 September whatsapp group Campaign Elz Bandung, mulai ramai. Talent alias korban mulai bertanya mengenai kondisi dilapangan. Akhirnya berdasarkan berita dari mulut ke mulut, terkuak semuanya campaign ini terindikasi hanyalah sistem permainan belaka.

Akhirnya salah satu Duta dari tim lain, berinisial C, melaporkan pada kuasa hukumnya. Namun, oknum Y tidak mau kalah, Ia juga melakukan hal yang sama. Menggunakan pengacara yang bernama Antonius Djuang Saputra untuk proses kasus ini.  

Entah apa tujuannya. Padahal kalau sudah tahu ada dana yang belum clear dan tidak bermaksud menipu, Oknum Y bisa segera kembalikan dana kami para talent, bukan?

Tindakan Dari Pihak Duta dan Brand

Korban menangis bahkan ada yang sakit. Pakaian banyak yang belum dikirimkan pada talent. Semua cabang store juga seperti menutup mata dengan runtutan kejadian ini. Padahal banyaknya lonjakan pembelian menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan. 

Duta? Menangis. Karena kami para talent menuntut hak. Agar uang kami bisa kembali terutama untuk produk yang belum sempat diterima. Hanya menangis saja? Alhamdulillah ada salah seorang Duta berinisial C yang melaporkan tindakan indikasi penipuan tersebut pada salah seorang pengacara. Prosesnya memang akan panjang yaaaa…..

Bagaimana dengan Duta/PIC yang lainnya? Ada yang mendatangi polisi dan membuat aduan laporan, ada yang masih kebingungan dan meratapi nasib karena menjadi korban juga. Ada juga Duta yang perlahan-lahan berusaha mencicil kerugian talent dibawahnya.

Baca juga: Rekomendasi Baju Muslim Set untuk Keluarga

Apa tindakan yang dilakukan oleh pihak brand? Dari satu sisi, sejak Mei 2022 Brand mendapatkan keuntungan dengan adanya postingan ratusan influencer. Mereka juga men-tag  dan menggunakan hashtag yang sesuai dengan brand. 

Himbauan penipuan endorse viral
Himbauan penipuan endorse viral

Exposure? Tentu dong pihak brand mendapatkan tsunami exposure. Tapi, disisi lain, ada ratusan korban penipuan berkedok endorsment. Ditaksir total kerugian seluruh influencer mencapai 4,5 milyar rupiah. 

Sebesar itu! Namun, dari pihak brand baru sebatas mengeluarkan himbauan melalui instagramnya kalau program yang dilakukan diluar sana tidak resmi dari pihak brand. 

Harapan Korban Penipuan Berkedok Endorse

Korban sampai saat ini sudah berupaya keras untuk menghubungi kepolisian, pengacara, membuat pernyataan di sosial media, dan lainnya. Bagaimana progress oleh Duta I? 

Saya menyampaikan beberapa masukan. Sebenarnya ada beberapa langkah apa yang bisa dilakukan oleh Duta Isrinur sebagai perwakilan di grup kami, misalnya:

  • Lapor polisi kah? Bagaimana hasil dari ajuan pelaporan?
  • Pinjam dana untuk nalangin hak-hak kita kah? Kemana? Berapa? dll
  • Bikin jadwal pengembalian dana. Mulai dari yang belum dapat barang atau bagaimana?
  • Bikin rencana cicilan berapa kali? Bagaimana pembagiannya?

Bahkan ada beberapa teman yang memberikan ide demi meringankan Duta kami, yaitu mengembalikan antara 25% hingga 75% dana (jika produk sudah kami terima). Karena disatu sisi, Duta/PIC tidak bisa lepas tangan begitu saja dan merasa “juga menjadi korban”.

Karena ketika seseorang memilih menjadi Duta/PIC, tentunya juga dengan beberapa kompensasi. baik itu hal yang positif maupun negatif.

Please, buat mbak Isrinur atau Euis, sebagai PIC/PJ juga ikut bertanggungjawab. Jangan menghilang tanpa kabar sama-sekali. Bahkan tidak respon kami selama lebih dari 2 minggu ini.

Sebagai korban, kami berharap pihak brand juga turun tangan langsung. Untuk mengatasi kisruh yang terjadi karena secara langsung namanya terseret dalam kejadian ini. Apalagi diluar sudah banyak mengangkat isu yang kini sudah menjadi viral!

Beberapa wartawan pun ikut mengangkat berita mengenai penipuan yang membawa nama 3 brand besar dalam dunia fashion tanah air. Karena ternyata menurut informasi yang beredar, beberapa tahun lalu oknum Y juga terindikasi melakukan tindakan penipuan terhadap fotografer. 

Sampai saya tuliskan kejadian ini di blog, belum ada progress yang membawa titik cerah antara korban, oknum yang diduga pelaku penipuan, dan pihak brand. Oknum Y sampai saat ini masih memutar balikkan kalimat dan fakta ketika ditagih untuk mengembalikan dana kami. 

Kalau yang saya baca-baca pada bukti transfer yang dilakukan para Duta. Rekening penerima dana order dari talent melalui Duta Isrinur atau Euis Sri Nurhasanah bermuara di rekening atas nama Yeni Aliviawati, Nayla Vidyah Nur Isnaeni atau dikenal dengan nama panggung Nayla Noeris, dan Nur Safitri. 

Lalu kemanakah sekarang aliran dana yang ditransfer para Duta ke rekening tersebut?  Kenapa tidak dikembalikan saja kepada para talent (jika memang tidak berniat buruk?). Wallahu allam.

Jika tidak ada tindakan progresif dari 3 brand besar yang terkait program endorse ini terhadap korban tentunya akan membuat kepercayaan publik terhadap brand akan menurun. Maka sebaiknya, pihak brand bisa mengawal kami para korban untuk mendapatkan titik cerah. 

Bukti-bukti sudah banyak terkumpul. Mulai dari bukti transfer, chat percakapan hingga rekaman suara. Catatan dari masing-masing korban yang sudah menyetorkan dana antara ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Maka, kami siap berjuang!

Saya menuliskan pengalaman ini, dengan tujuan agar tidak ada lagi korban lainnya. Semoga oknum yang memang sengaja mau menipu, bisa segera mendapatkan ganjaran. Sampai mana cerita penipuan mengatasnamakan Elzatta, Giordano, dan Batik Semar ini akan bermuara?

Berharap para Duta, Management Talent, PJ, dan korban bisa bersatu. Menuntaskan masalah penipuan berkedok endorse yang mengatasnamakan brand Elzatta, Giordano, dan Batik Semar ini. Sehingga uang kami bisa kembali!  

Nb. Untuk para korban, kita sedang kesal, panas, bahkan ada yang sampai sakit-sakitan. Namun, please kalau berkomentar dimanapun lakukan sopan ya. Agar kita tetap terlindung. Salam juang!

 

3 thoughts on “Kronologi Penipuan Berkedok Endorse Brand Fashion Ternama di Indonesia”

  1. Sejak tahu hal ini aku jadi sedih dan pusing. Susah tidur dan makan rasanya enggak enak. Berharap banget semoga segera akan ada titik terang di kasus ini. Aku juga korban di kasus ini, Mbak.

    Reply
  2. Duh mbak Niken, turut berduka ya atas musibah ini juga untuk para korban, ga kebayang huhu. Semoga ada jalan keluar dan pihak brand mau membantu para korban, semangat ya mbak. Konsultasi hukum siapa tau diperlukan kalau tidak salah banyak secara online siapa tau bisa memberikan langkah2 lain untuk dilakukan.

    Semangat ya mbak Niken.

    Reply
  3. Ya Allah, aku juga jadi korban di sini. Awal ikut seneng karena brand terkenal dan duit balik. Ternyata eh ternyata. Nyesek. 750 ribu melayang.

    Reply

Leave a Comment