Mandiri Secara Finansial Kunci Seorang Kartini Masa Kini

“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu–satunya hal yang benar–benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.” – R.A Kartini

Sosok Kartini besar lewat pemikiran, ide, dan gagasannya tentang kaum perempuan. Maka tidak salah jika kemajuan yang diraih perempuan Indonesia hingga saat ini merupakan buah dari pemikiran dan kepahlawanannya. Dalam memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, para wanita Indonesia diingatkan lagi untuk terus memperjuangkan cita-cita, kuat, dan memiliki sikap mandiri, seperti sosok Kartini.

Dulu perempuan hanya patut berperan di ranah domestik saja, namun kini berbeda. Perempuan punya kesempatan yang sama untuk bisa berkarya dan bekerja. Bukan apa-apa, tak ada yang pernah tahu bagaimana garis hidup menuntun kita melangkah bukan? Perempuan masa kini pun harus berani mandiri secara finansial.

Salah satu hal yang penting dimasa sekarang yaitu perlunya para perempuan untuk memahami kemandirian finansial. Seorang perempuan yang tidak menggantungkan dirinya pada orang lain adalah wanita yang dapat menghasilkan uang serta mengelola keuangannya sendiri sehingga memiliki kekuatan dalam mengambil keputusan namun tetap tunduk pada suaminya sebagai kepala keluarga.

Bagi perempuan yang sudah menikah, kemandirian finansial ini berarti menjadikan penghasilannya sebagai dana tambahan atau cadangan jika terjadi hal-hal yang diluar kendali keuangan bulanan. Pembagian alokasi dana bagi suami istri bekerja justru juga bisa menimbulkan perdebatan.

Maka perlu dipahami bahwa dalam pernikahan bukan soal persaingan dalam penghasilan tapi saling kolaborasi untuk mengambil tanggung jawab untuk tujuan bersama. Penting bagi seorang perempuan memahami ciri-ciri dan makna mandiri ketika sudah menikah agar mampu bebaskan langkah berani dengan melek literasi finansial.

perempuan mandiri secara finansial
perempuan mandiri secara finansial

5 Kunci Sukses Perempuan yang Mandiri Secara Finansial

Memiliki Penghasilan

Agar bisa berdaya dan berkarya, perempuan perlu mandiri secara finansial dengan memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan harian yang urgent, mempersiapkan risiko finansial yang mungkin terjadi, bahkan kebutuhan di masa datang. Melalui penghasilan istri makan dapat membantu penghasilan suami yang dirasa kurang sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.

Memiliki Tabungan

Sebagai ‘manager keuangan’ di rumah tangga, perempuan harus pintar mengelola keuangan, salah satunya adalah dengan memiliki tabungan. Berfungsi sebagai dana darurat yang dapat dipakai sewaktu-waktu. Biasanya dibutuhkan untuk jangka pendek maka sebaiknya yang mudah dicairkan.

Memiliki Proteksi Diri atau Asuransi

Pahami betapa pentingnya proteksi diri dengan asuransi. Dengan memiliki asuransi, alokasi keuangan yang sudah dikelola tidak akan terganggu dalam penggunaannya. Salah satu produk asuransi dasar yang penting Kamu miliki adalah asuransi kesehatan seperti Asuransi Bebas Handal yang mudah dibeli secara online, di ifwd.co.id.

Manfaat yang ditawarkan Asuransi Bebas Handal yaitu: rawat inap termasuk biaya kamar, biaya dokter, obat-obatan, perawatan setelah rawat inap dan biaya tindakan bedah, dengan pilihan kontribusi mulai dari Rp 75 ribu dan pilihan manfaat tahunan hingga Rp100 juta.

Produk ini juga memiliki manfaat khusus Covid-19 tanpa tambahan biaya untuk seluruh nasabah aktif maupun yang baru bergabung selama periode 1 – 30 April 2021. Tujuannya agar mendapatkan manfaat khusus isolasi mandiri serta perlindungan termasuk pengobatan selama masa isolasi mandiri.

Selain itu, Kamu juga perlu melengkapi perlindungan untuk menghindari risiko penyakit kritis agar terhindar dari rasa khawatir akan tingginya biaya perawatan yang dapat merusak perencanaan keuangan. Salah satu produk asuransi yang bisa dipilih adalah FWD Critical Armor dari FWD Insurance yang dapat dibeli melalui jalur keagenan.

Asuransi ini menanggung hingga tiga kali penyakit kritis mayor dan satu kali penyakit kritis minor dengan total manfaat 420% dari uang pertanggungan. Selain mendapatkan manfaat meninggal dunia, nasabah juga akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi sejak pertama kali didiagnosa penyakit kritis mayor dan 100% premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan jika tidak ada klaim hingga akhir masa perlindungan.

“Anak perempuan yang pikirannya telah di cerdaskan serta pandangannya telah diperluas tidak akan sanggup lagi hidup dalam dunia nenek moyangnya.” – R.A Kartini

kunci sukses mandiri finansial
Kunci sukses mandiri finansial

Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Jika sudah menikah lalu memiliki anak, maka fokusnya akan ke biaya pendidikan dan kesejahteraan anak. Memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak adalah hal paling penting bagi orangtua. Untuk mencapai hal itu, perempuan yang sudah melek literasi keuangan dapat merencanakan dana pendidikan anak yang tepat.

Memahami Pentingnya Investasi

Jika kebutuhan primernya sudah terpenuhi dengan baik, maka ciri selanjutnya yaitu

Apabila kebutuhan hidup dan gaya hidup tercukupi dengan baik, ciri selanjutnya menjadi pribadi yang mandiri finansial dengan cara memiliki cukup tabungan dan investasi.

Banyak manfaat dari investasi yang juga menjadikan posisi keuangan lebih terukur dan terarah. Bisa juga investasi dalam bentuk kesehatan, finansial dan lain sebagainya, lebih jelasnya bisa download FWD Max.

Menyiapkan Dana Pensiun

Setiap manusia tidak mungkin bekerja di ranah publik secara terus-menerus. Akan tiba waktunya memasuki masa pensiun atau mungkin pensiun dini karena ada hal lain yang menjadi fokusnya. Maka penting menyiapkan dana pensiun sejak dini.

Demikianlah beberapa kriteria perempuan mandiri secara finansial yang dapat diuraikan pada tulisan Kak Niken kali ini. Yuk para perempuan dan FWD Blogger Squad, kita berproses bersama untuk menjadi lebih mandiri.

 

 

 

 

 

 

7 thoughts on “Mandiri Secara Finansial Kunci Seorang Kartini Masa Kini”

  1. Setuju banget ini.. sebagai seorang perempuan itu memang harus mandiri, jaman sekarang butuh banget kemandirian bagi seorang perempuan apalagi kemandirian financial, secara wanita itu sebagai menteri keuangan dan juga individu yang harus pinter jaga keuangan

    Reply
  2. Perempuan tonggak sejarah kehidupan, makanya urusan finansial memang perlu mahir dan mandiri sehingga tidak tertinggal literasi keuangan. Semangat untuk perempuan Indonesia

    Reply
  3. Aahh.. mulai dari poin nomor 3 aku udah kena nih. Belum punya asuransi diri aku, soalnya penghasilannya juga gak tetap sih. Wkwk. Takutnya malah nunggak asuransi

    Reply

Leave a Comment