Tips Membangun Personal Branding Ibu Rumah Tangga

Sabtu sore ditengah rintik hujan dan angin cukup kencang, Kak Niken dan beberapa ibu-ibu muda milenial rela antri sambil berteduh seadanya. Demi mendapatkan tanda-tangan di buku “Montessori Di Rumah, 55 Kegiatan Matematika” yang baru saja diluncurkan oleh MomC. 

Sepemahaman Kak Niken, sosok perempuan muda bernama lengkap Elvina Lim Kusumo itu sudah menelurkan sedikitnya 5 karya buku seputar metode Montessori. Semua buku hasil karyanya laris manis diserbu ibu-ibu se-Indonesia yang memiliki ketertaikan pada pendidikan anak usia dini dan ide kegiatan bermain anak.  

Mengikuti perjalanannya sejak tahun 2015, momC a berhasil membangun branding dirinya. Hampir sebagian besar ibu muda di tanah air tentu mengenal MomC, sapaan akrab Founder Indonesia Montessori dot com itu. Seorang ibu rumah tangga yang memiliki ketertarikan positif pada pendidikan anak usia dini.  

Kali ketiga Kak Niken bertemu dirinya sore itu pada acara playdate sekaligus peluncuran bukuterbarunya. Ia duduk di kursi dengan tumpukan buku di atas meja yang siap di tandatangani. Sesekali sosoknya melempar senyum pada kami sambil menyapa hangat.  

Berdasarkan pengalaman pengasuhannya yang Kak Niken baca, ternyata MomC sangat mengapresiasi cara kedua orangtua mendidiknya. Oleh karena itu, berbekal gelar sarjana pendidikan dari North American Montessori untuk bidang Montessori Early Childhood Education and Teaching, MomC memfokuskan diri untuk berbagi kegiatan dan cerita seputar metode Montessori.

Baca juga: Berkenalan dengan metode Montessori

Masih ingat dalam ingatan Kak Niken 5 tahun lalu saat berselancar kesana-kemari di media sosial untuk mencari ide kegiatan bagi anak. Sampailah pada media sosialnya yang terbilang cukup lengkap mengulas ide kegiatan bermain untuk anak, Indonesia Montessori.  

Kak Niken memperhatikan bagaimana MomC mengolah website, instagram serta youtubenya untuk mengenalkan ide kegiatan Montessori. Hingga saat ini, media sosialnya paling banyak diburu oleh para ibu muda yang kepo dengan metode Montessori. Personal brandingnya sebagai ibu rumah tangga yang berkarya, berhasil!

personal branding
Pengertian personal branding

Pentingnya Personal Branding Bagi Ibu Rumah Tangga

Cerita di atas hanya salah satu dari sekian ibu rumah tangga yang berhasil memposisikan dirinya di dunia yang lebih luas lagi. Seperti yang kita ketahui, pada era teknologi digital seperti saat ini tentunya banyak orang sukses yang memanfaatkan media sosial untuk berbagi. Seseorang yang awalnya biasa saja, bisa menjadi terkenal karena melakukan personal branding yang tepat.

Tapi tak dapat dipungkiri banyak ibu rumah tangga yang tetap merasa nyaman dengan kondisinya saat ini. Alias berbekal skills sebagai orang yang multitasking. Sebagai manager keuangan, manager rumah tangga, manager event, jadi supir antar jemput anak sekolah, dokter di rumah, koki dan sebagainya.

Kalau kata kata Kak Niken sih, nyaman berada pada zonanya saat ini. Tak ada yang salah dengan hal itu. Karena memang seperti itu kegiatan rutin seorang ibu.  Ehh.. tapi tahu nggak sih kalau ternyata efek samping multitasking itu menjadikan supermom syndrome lekat pada diri kita?

Akhirnya nih ya…. Ketika kita ingin melebarkan sayap ke dunia profesional atau dunia luar, biasanya ada saja ganjalannya. Hal itu disebabkan karena terbiasa merasa menjadi sosok perempuan yang serba bisa atau multitasking sehingga kehilangan orientasi dan kebingungan memilih passion atau kegiatan yang cucok meong buat kita. 

Coba deh bertanya dalam diri. Apa yang sebenarnya kita sukai? Apa yang kita kuasai? Bidang apa yang paling tepat buat kita pelajari dan mengapa? Akhirnya hal seperti itu tak mudah untuk dijawab bukan?

Butuh waktu untuk dapat melihat ke dalam diri sendiri. Nah, kira-kira apa yang akan kita lakukan untuk mengembangkan passion yang kita miliki?

Kita tentu mengetahui bahwa dunia luar itu membutuhkan orang-orang dengan keahlian yang menonjol, dalam bidang spesifik. Misalnya mengelola catatan keuangan, mengorganisir pekerjaan dan admisistrasi, melakukan desain kreatif, membuat perencanaan event dan lain sebagainya. 

Itulah mengapa penting bagi kita memiliki identitas atau brand diri yang jelas. Tentunya agar dapat bermanfaat bagi orang lain juga. Misalnya ketika berkomunitas, berkumpul arisan, pertemuan orangtua siswa, pengajian dan lain sebagainya.

Maka dari itu seperti artikel yang ditulis oleh Artha Julie Nava, “Ibu Rumah Tangga, Perlu Personal Branding Juga?” di websitenya. Mbak Artha menjelaskan bahwa ibu rumah tangga atau stay at home mom perlu membangun citra diri atau personal branding.

Lalu, bagaimana ibu rumah tangga mengetahui potensi yang dimilikinya agar terbangun personal branding yang tepat bagi dirinya?

supermom syndrome personal branding
Supermom syndrome – personal branding

Menggali Potensi Ibu Rumah Tangga

Penting di ingat nih, bahwa image diri bukan sekadar penanda, ingin dikenal sebagai apa kita ini. Namun lebih dari itu, agar arah dan tujuan kita dimasa depan semakin jelas. Fokus dan tentunya expert dalam bidang yang ditekuninya. Sehingga mampu berbagi pada orang lain terlebih masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

Untuk itulah pentingnya menggali potensi diri kita. Soal ini bisa cek di artikel Kak Niken tentang menggali passion diri. Bisa juga lho melalui beberapa program yang tersedia di masyarakat atau komunitas-komunitas. Salah satu yang dapat kita lakukan yaitu dengan aktif di komunitas atau program pemberdayaan perempuan. Dengan cara seperti ini tentu pengetahuan kita akan meningkat.

Contoh sederhananya: jika kita suka ketika mengelola keuangan rumah tangga maka asah kemampuan itu dengan belajar pada ahlinya. Siapa tahu suatu saat bisa berbagi cerita tentang pengelolaan keuangan rumah tangga kepada masyarakat luas.

Kita menyukai dunia anak-anak dan bermain bersama mereka? Suatu saat kita bisa membuat event playdate untuk anak, membuka perpustakaan khusus buku anak, membuka kelas-kelas bermain dan lain sebagainya. Dari hal seperti itu jugalah lahirnya Little Kunang Playdate yang diprakarsai kak Niken dan tim.

Cerita sedikit ya, berawal saat Kak Niken dan tim yang menjadi panitia divisi Kids Corner di Komunitas Ibu Profesional Jakarta. Setelah selesai event ternyata masing-masing dari kami ini ada rasa ingin menjadi lebih berkarya dan bermanfaat. Tak hanya itu, sebagai ibu rumah tangga tentu ingin juga mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi yang kami tekuni. 

Ngobrol santai dengan tim yang terdiri dari 6 orang ibu muda luar biasa, akhirnya tahun 2017 kami sepakat untuk membentuk EO. Lebih tepatnya Event Organizer untuk anak alias Playdate

Seiring berkembangnya kegiatan dan struktur organisasi yang dikelola dengan baik saat itu, maka jangkauan kami makin meluas se-JABODETABEK. Tentunya tak lepas dari exposure media sosial yang kami kelola untuk branding. 

Sebenarnya masih banyak potensi ibu rumah tangga yang bisa kita gali. Mulai dari bidang masak-memasak, tulis-menulis, membuat doodle art, fotografi, membereskan rumah, mencuci pakaian dan lain sebagainya. Seluruh kegiatan itu sebenarnya yang biasa kita lakukan di rumah saja. Namun berpotensi menjadi personal branding berdaya jual bagi diri kita.

Tentang Personal Branding
Tentang Personal Branding

 

Baca juga: Agar menjadi ibu yang terampil

Membangun Personal Branding Ibu Rumah Tangga

Image diri merupakan hal yang alamiah. Karena disadari atau tidak, kita sebagai manusia memiliki kecenderungan untuk menonjolkan dirinya. Begini cara membangun perspektif positif tentang diri kita:

  1.     Pilih dan tentukan, kita akan dikenal sebagai apa?

Contohnya: jika kita menyukai segala hal yang berkaitan dengan menata perabotan rumah yang apik dan terlihat eye catching maka akan dikenal sebagai home décor lover.

  1.     Kuasai ilmu yang berhubungan dengan produk atau kesukaan kita

Contohnya: jika kita ingin dikenal sebagai seorang parenting enthusiast maka kuasai ilmu yang berkaitan degan metode parenting tertentu. Misalnya mengikuti seminar, workshop dan lainnya berkaitan dengan parenting yang anda pilih.

  1.     Berbagi materi yang bermanfaat secara rutin

Contohnya: kita perlu membangun personal branding melalui social media. Berikan jadwal khusus untuk anda tampil di social media untuk berbagi ilmu.

Tips Membangun Branding

Apa yang bisa kita lakukan setelah mengetahui salah satu potensi memberdayakan dari diri kita? Langkah selanjutnya membangun branding melalui website dan strategi personal branding di media social.

1. Website atau Blog

Blog merupakan media aktualisasi diri paling mudah bagi para ibu rumah tangga. Mau nulis soal keuangan, parenting, seni bebenah rumah, berkebun dan lain sebagainya sah-sah saja.

Seperti yang dikatakan bang Steven pada instagram live bersama teh Ani Berta beberapa hari lalu, bahwa proses personal branding paling awal itu melalui tulisan. “Konsisten menulis minimal seminggu sekali. Dengan niche yang kita suka.” Tak jadi masalah jika isi blog kita masih gado-gado, yang penting mampu menulis artikel apa yang kita bisa dan lakukan up to date cerita kekinian.

2. Strategi Branding Sosial Media

Cara memasarkan diri kita tentunya nggak bisa asal-asalan. Butuh strategi dengan tujuan yang jelas serta target yang dicapai. Sehingga bisa mengetahui social media mana yang cocok untuk membangun branding diri kita.  Tentu sesuai personalisasi diri kita masing-masing.

contoh personal branding ibu rumah tangga
contoh personal branding ibu rumah tangga

 

Baca juga: Alasan menulis blog bagi perempuan

Beberapa tahun lalu kak Niken hadir di salah satu atau launching buku parenting. Tiba-tiba  beberapa orang peserta menyapa, “Hai, ini mbak littlebaha bukan?” Spontan saya menoleh sambil tersenyum dan menjawab sapaannya.  

Usut punya usut ternyata mereka itu seringkali kepo dengan media sosial kita. Yang menyuguhkan konten sesuai dengan kebutuhannya. Kak Niken saat itu memfokuskan isi media sosial dengan foto kegiatan dan ide bermain kreatif bersama anak. Dari situ pulalah akun instagram Littlebaha dilirik oleh para ibu muda pemburu ide kreatifitas bermain bareng anak.  

Dari hal-hal seperti itulah yang membuat kita mampu memberanikan diri untuk maju selangkah demi selangkah. Mewujudkan impian yang sesuai dengan passion dan tentunya meningkatkan personal branding ibu rumah tangga apalagi di masa pandemi seperti ini. 

So, gimana personal branding versi dirimu? 

52 thoughts on “Tips Membangun Personal Branding Ibu Rumah Tangga”

  1. sekarang semua serba mudah lewat teknologi ya mbak
    banyak ilmu di share dan event seperti webinar juga banyak yg gratis
    bisa sangat dimanfaatkan buat ibu2 RT kayak saya juga nih
    makasih sharingnya

    Reply
    • Benar sekali mba. Ada hikmah juga dibalik pandemi ini, ibu2 nggak sering keluar rumah dan bisa memanfaatkan keahlian yang terpendam yaaa hehe

      Reply
  2. Ibu Rumah Tangga pun bisa berdaya, berkarya sesuai passion-nya

    Baca ini jadi ingat materi Bunda Cekatan. Diingatkan untuk meraih mimpi agar hidup bahagia.

    Reply
  3. Aku baru tahu ada supermom syndrome, jangan-jangan aku udah mengidap syndrome itu juga. Maunya semua beres dan perfect baik itu pekerjaan kantor maupun rumah tangga.

    Reply
    • Ehehehe aku juga awalnya begitu mba. Tapi selalu diingatkan sama suami unyuk belajar delegasikan tugas yang memang bisa di delegasikan. Lalu ambip oeran lain yang bisa berkembang di dalamnya xixixi

      Reply
  4. semangat ibu ibu muda di circle-nya mbak niken luar biasa
    nggak nyangka juga kalo ibu ibu bisa mendirikan EO, tentunya kesibukan selain mengurus rumah tangga akan bertambah juga dengan kegiatan di luar seperti ini
    aku sendiri juga masih belajar membentuk personal branding yang tepat, kalau untuk sosmedku sendiri masih kurang maksimal, jadinya masih sebatas blog aja yang selama ini menurutku oke.

    Reply
    • Insyaallah kita bisa ya mbak lebih berkarya dan berdaya guna. Plusnya buanyakkk banget kalau bisa melakukan personal branding diri kita. Misal IRT yang suka sharing strategi keuangan, dll juga ok . semangaattt

      Reply
  5. Wah dulu aku bisa kena supermom syndrome nih karena aku tuh dulu tipe yang harus selalu ingin sempurna tapi untung seiring berjalan waktu sifat itu saya hilangkan sedikit demi sedikit karena merugikan. Ekspetasi dengan kenyataan selalu complang ..hahaha… alhamdulilllah sekarang aku agak santai tapi kadang kebablasan jadi cuek hehe…

    Reply
    • AKu juga mbaakkk… Bahkan mungkin sampai sekarang. Tapi semua itu coba diminimalisir dengan cara mengembangkan sayap ke dunia luar. YAng tentunya sesuai passion dan mencoba berdamai dengan diri agar passion bisa berkembang hihi. Semangaattt

      Reply
  6. mba nikeeennnnnn, keren bgt si kamuuu.. Pas bgt aku tadi mlm ngobrolk suami ttg ini. ku pingin ngebangun personal branding, tapi ttg apa ya. bingung . haha thx loh info2nya

    Reply
  7. Baru tau momC memang latar belakang pendidikannya berkutat di pendidikan Montessori. Keren nih mbak, artikelnya. Dari dulu aku udah baca dan dengar tentang personal branding. Selama ini melakukan via media sosial dan blog juga

    Reply
  8. Walaupun ibu rumah tangga tetap dong harus punya personal branding tersendiri ya, tapi dengan dunia digital seperti sekarang ini tetap kok ibu rumah tangga bisa berdaya guna dan mempunyai personal branding yang baik, yang penting rajin atau tidak malas aja.

    Reply
  9. Wuih..knapa mataku jd bersirobok dg tulisan “superman syndrome”. Inget seorang teman yg terobsesi banget untuk jd emak sempurna, hingga lupa menggali potensi dirinya yg lain..

    Reply
  10. Saya pribadi setuju dengan personal branding untuk ibu rumah tangga terutama buat yang aktif di sosmed ya mba. Saya sedang berusaha konsisten membagikan materi yang bermanfaat terhadap follower saya. Makasi ya mba, sudah mengangkat tema ini.

    Reply
  11. Betul banget nih Mba ibu rumah tangga harus mengembangkan diri dan punya passion, agar bisa lebih produktif dan nggak terbatas untuk urusan domestik saja. Aku pun ingin jadi lebih produktif dan banyak belajar dari ibu-ibu lainnya.

    Reply
  12. Yaampun baru tau ada supermom syndrome, ternyata beneran harus banyak baca bener2 nambah ilmu nih buat bekal nanti kalo udh jadi ibu rumah tangga hehhee

    Reply
  13. Mengingatkanku lagi bahwa aku masih tahap suka belajar banyak hal tapi untuk spesifik masih agak kabur haha. Sebenarnya udah kekeuh mau fokus dimana tapi di tengah jalan kembali pada “I share what I know, what I want to “

    Reply
  14. musim pandemi gini banyak banget mba workshop dari yang gratis sampe berbayar, so menurutku memang harus dimulai dari niat, even ibu rumah tangga tunjukkin kalo kita punya skill ekstra yang kelak bisa dipakai untuk cari income tambahan, minimal memperluas wawasan lah

    Reply
  15. persona branding memang perlu banget ya mbak. Salah satu cara mendapatkanya adalah sering post di medsos apalagi instagram. Nah ini masih jadi PR buatku nih, belum konsisten membuat konten di instagram.

    Reply
  16. Masya Allah.. tulisan kak niken ini berbobot sekali.. aku jadi introspeksi diri nih trus mikir juga aku mau fokus ke mana nih haha karena aku ya gado2 kyk isi blogku.. hihi

    Reply
  17. Dengan menentukan personal branding dari diri sendiri memudahkan seseorang untuk mengenal dan mengetahui apa sih skill yang kita sukai untuk bisa dibagikan manfaatnya buat orang lain

    Reply
  18. Aku baru tahu nih kak, ternyata ibu rumah tangga juga perlu personal branding ya. Apalagi mengetahui passion yang ada dalam dirinya sendiri, jadi bisa lebih maju dan berkembang lagi ya.

    Reply
  19. Bagus bahasannya mbak, tidak terpikir sebelumnya oleh saya bahwa ibu rumah tangga pun harus memiliki personal branding. Makasih juga buat rekomendasi program montessorinya.

    Reply
  20. Ku salut pada ibu rumah tangga yang bisa terus bekerja terutama sebagai blogger.
    Kebayang riweuhnya tugas rumah ditambah lagi dengan tugas pekerjaan lainnya. Kalian luar biasa euy!

    Personal branding memang penting banget ya, agar bisa terus bersaing di dunia pekerjaan yang semakin beragam ini.

    Reply

Leave a Comment