Strategi Mengatur Keuangan di Tahun Baru, Atasi Masalah Finansial!

Tahun baru Imlek melahirkan semangat baru untuk menata keuangan kembali. Jika sebelumnya banyak kesalahan dalam mengatur keuangan maka di tahun berikutnya harus dapat meminimalisirnya.

Kemarin, mungkin gaji hanya sampai pertengahan bulan saja dan tidak bisa menabung atau menyisihkan uang. Maka sekarang, Anda harus bisa mengatur keuangan dengan lebih baik lagi.

Oleh karena itu, sangat penting sekali untuk mengetahui strategi mengatur keuangan di tahun baru. Agar keuangan tidak mengalami permasalahan.

6 Strategi Mengatur Keuangan di Tahun Baru

Gaji yang kita dapatkan setiap bulan seharusnya tidak habis pada satu waktu saja. Namun, dapat digunakan untuk kebutuhan masa kini dan masa mendatang. Oleh sebab itu, Anda harus menerapkan strategi perencanaan keuangan agar akhir bulan tidak mengalami masalah finansial. Berikut 5 strategi mengatur keuangan yang wajib Anda terapkan.

1. Membuat Rincian Pengeluaran

Rincian pengeluaran harus Anda miliki sebelum menerima gaji. Sehingga setelah menerima gaji, Anda mempunyai patokan yang jelas dalam mengalokasikannya. Rincian pengeluaran sangat penting, agar dana yang keluar terkontrol dan tidak melambung melebihi pendapatan.

Rincian pengeluaran terdiri dari berapa pendapatan Anda dan kebutuhan apa saja yang harus Anda penuhi. Untuk itu, Anda dapat menerapkan rumus mengatur keuangan. Misalnya saja menggunakan rumus 40-30-20-10. Artinya Anda harus memyisihkan 40 persen gaji untuk kebutuhan utama, 30 persen untuk kebutuhan sampingan seperti kredit rumah atau membayar hutang, 20 persen untuk dana darurat, dan 10 persen sisanya untuk dana sosial.

2. Memiliki Lebih dari Satu Rekening

Mencampuradukkan rekening satu dengan yang lain akan membuat pengeluaran tidak jelas dan tentunya tidak terkontrol. Itulah sebabnya, Anda harus memiliki 3 rekening yakni rekening untuk menerima gaji, rekening belanja bulanan dan rekening khusus tabungan.

Ini merupakan salah satu cara strategi mengatur keuangan agar tetap terkendali. Selepas menerima gaji, Anda dapat mentransfernya ke rekening khusus belanja bulanan dan kemudian sebagian ditransfer ke rekening tabungan.

Rekening belanja bulanan ini untuk kebutuhan utama, sedangkan rekening tabungan untuk dana masa depan atau bisa juga sebagai dana darurat.

FWD Insurance atasi masalah finansial
FWD Insurance atasi masalah finansial

3.  Memprioritaskan Kebutuhan Utama

Strategi mengatur keuangan di tahun baru berikutnya yakni dengan membuat skala prioritas kebutuhan apa saja yang harus Anda cukupi. Memang, saat menerima kita memiliki banyak keinginan. Namun, perlu diingat bahwa gaji kita harus cukup untuk kebutuhan satu bulan dan menyisihkan dana masa depan.

Oleh karena itu, dahulukan kebutuhan utama yakni kebutuhan yang sifatnya tidak bisa ditunda seperti makan, transport kerja,  membayar tagihan, hingga membayar hutang. Selanjutnya, sisihkan dana untuk masa depan. Dengan menerapkan hal tersebut, Anda tidak perlu khawatir akan kebutuhan kini dan masa depan.

4. Membatasi Terlalu Banyak Uang Tunai

Uang tunai yang terlalu banyak di dompet justru akan membuat pengeluaran membengkak. Ini dikarenakan hasrat belanja semakin tinggi sehingga mengakibatkan pengeluaran sulit Anda kendalikan. Oleh sebab itu, hindari memegang uang secara tunai dengan berlebihan.

Nah, siapkan uang seperlunya saja. Hal ini akan membuat Anda berpikir dua kali untuk melakukan pemborosan terlebih hal itu tidak terdaftat dalam belanja bulanan. Anda akan lebih cermat dalam mengalokasikan keuangan.

5. Berburu Diskon Saat Imlek

Seperti biasa, saat Imlek atau special occasion tentu akan banyak diskon. Eits, tapi perlu diingat juga untuk bisa menghemat anggaran keuangan. Maka saat diskon dan memang membutuhkan barang atau keperluan tersebut, inilah saatnya. Oiya, nggak hanya barang-barang keperluan harian yang banyak promonya lho.

Ada juga asuransi jiwa dan asuransi kesehatan berbasis digital dari FWD Insurance. Mereka menawarkan diskon 30%. Bisa dilakukan untuk pembelian atau menjadi peserta pada premi tahun pertama di produk Asuransi Bebas Handal, Bebas Rencana dan Bebas Aksi (tidak termasuk Bebas Aksi Flash), dan FWD Cancer Protection. Bisa cek saja langsung ke website resminya di fwd.co.id.

6. Memiliki Tujuan Keuangan

Hidup harus dengan tujuan agar terarah dalam menatap masa depan. Hal itu juga berlaku untuk masalah keuangan. Tujuan keuangan yang jelas akan membuat Anda tidak terjebak dalam berbagai permasalahan keuangan.

Untuk membuatnya, Anda harus melakukan analisa keuangan tahun lalu. Sehingga tujuan keuangan setiap tahun baru dapat selalu Anda perbaiki dengan berpatokan pada keselahan pada tahun sebelumnya.

Misalnya saja, jika tahun lalu gagal memiliki target tabungan 2 juta per bulan. Maka di tahun baru, Anda harus mengoreksi kesalahan dan menata keuangan kembali sehingga tabungan dapat berjalan sesuai dengan tujuan Anda sebelumnya.

Bagaimana, sudah siap untuk menerapkan 5 strategi mengatur keuangan di tahun baru di atas? Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk menata keuangan lebih baik lagi dari sebelumnya. Strategi keuangan sangat penting agar Anda tidak mengalami masalah finansial dan kesehatan yang berarti. Kebutuhan kini dan masa depan dapat terjamin jika Anda mampun mengatur keuangan dengan baik.

19 thoughts on “Strategi Mengatur Keuangan di Tahun Baru, Atasi Masalah Finansial!”

  1. Membatasi uang tunai, ini yang sedang coba saya terapkan mbak. Kalau bawa uang, pulang kantor ada aja godaan buat mampir beli jajanan. Kalau nggak bawa uang tunai, hasrat jajan bisa di rem

    Reply
  2. Setuju, prioritas itu penting banget. Tapi aku juga masih harus belajar juga nih ngatur keuangan ini.. penyakitnya masih berapapun klo bw cash, sering habis di akhir bulan.. makasih ya sudah diingatkan..

    Reply
  3. Yap, utk hidup yg lebih baik dan masa depan yg kian benderang, kita semua kudu bijak dan cermat mengatur keuangan
    Kudu pilih instrumen finansial yg legit ya

    Reply
  4. Bikin perincian keuangan tuh hal paling simple dan mendasar, tapi entah mengapa seringnya males banget buat dikerjain yaaah. Padahal dengan menuliskan semua pendapatan dan pengeluaran jadi mudah ketahuan nih gimana cara ngaturnya huhu

    Aku harus lebih rajin lagi nih nyatet2 pengeluaran

    Reply
  5. Memiliki lebih dari satu rekening itu yang saya terapkan sekarang. Memang terasa itu perbedaan nya. Jadi tahu mana pendapatan dan mana pengeluaran. Jadi bisa memanage lebih banyak pokoknya

    Reply
  6. Aku setuju sama yang membatasi uang tunai, soalnya kerasa banget sama aku nih kalau banyak tunai jadi tiba-tiba pengen ini itu. Udah paling bener jadi generasi cashless hihi.

    Reply
  7. Gak semua hal bisa kulakukan dengan cashless. Nah uang tunai ini jadinya ambil seperlunya aja, gak boleh banyak biar terkontrol. Yang masih malas, nulis pengeluaran nih. Aku cuma ambil yang wajib kaya listrik, air dan internet. Yang lain di awang-awang karena gak tentu. Masih banyak yang harus dipelajari soal mengatur keuangan ini

    Reply
  8. Amin semoga tahun 2022 keuangan lebih baik dari tahun 2021. Dalam perencanaan keuangan memang skala proritas penting, kadang kita tergiur dengan diskon gedhe yang membuat barang yang di beli sebetulnya tidak urgen banget

    Reply
  9. Memang mbak, terlalu banyak uang tunai di rumah membuat lebih boros ya. Kayaknya sih keluar dikit-dikit, tapi lama-lama tiba-tiba abis deh. Memang perencanaan keuangan di awal tahun perlu banget ya…

    Reply
  10. Tahunbaru, semua kudu banyak berubah dan gak boleh mleyot ketika sudah tengah tahun.
    Kudu inget-inget bahwa perencanaan keuangan yang baik akan berdamak baik juga untuk masa depan. Apalagi bagi yang memiliki keluarga.

    Reply
  11. jadi merasa diingatkan ini mbak membaca strategi yang ke-6, harus tahu tujuan finansial atau keuangan ya, biasanya saya gak terlalu memikirkan macam-macam sih, karena yang kerja kan suami ya, ternyata penting juga ya mengelola keuangan dan tahu pos-posnya dengan terperinci.

    Reply
  12. Membatasi uang tunai..bener banget ini. Apalagi sekarang kita mudah sekali bayar pakai debit atau uang digital. Jadinya mikir pas lihat dompet uang tunai pas-pasan kwkw
    Memang perlu strategi jitu atur keuangan di tahun yang baru

    Reply
  13. Penting banget memang ya mengatur keuangan. Aku masih pakai cash karena kadang pedagang ga semuanya bs pakai debet atau ewallet. Tapi sepakat bahwa harus nabung dan berburu diskon.

    Reply
  14. Huhu iya banget, di tahun 2022 ini aku kudu lebih baik lagi ngatur keuangan. Rasanya kedodoran aja nih kalo pake cara tahun lalu. Kudu banyak diet finansial di banyak pos. Biar bisa investasi. Semoga aku kuaaat. 😀

    Reply
  15. Masalah financial ini memang bisa jadi boomerang ya, mba, makanya harus bisa mengantur keuangan dengan baik meski ibu rumah tangga. Karena sesungguhnya IRT itu meteri keuangan di rumah

    Reply

Leave a Comment